Kapolda Sumut Angkat Bicara Soal Penjemputan Paksa Dua Jurnalis

Kapolda Sumut Angkat Bicara Soal Penjemputan Paksa Dua Jurnalis

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

(jw/rzp)

Rabu, 7 Maret 2018 | 21:01

Analisadaily (Medan) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol Paulus Waterpauw, angkat bicara terkait penjemputan paksa dua jurnalis salah satu media online oleh polisi yang diduga melakukan penyebaran berita hoax.

Menurut Paulus Waterpauw, satu dari dua jurnalis yang dimaksud sudah ditetapkan sebagai tersangka. "Satu ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolda Sumut di Warkop Jurnalis Medan, Rabu (7/3).

Dari informasi yang diperoleh, kedua jurnalis online tersebut adalah Jon Roi Tua Purba dan Lindung Silaban. Pada Selasa (6/3) kemarin, polisi menjemput Jon dari rumahnya di Pematang Siantar. Sedangkan Lindung Silaban dijemput polisi di kawasan Padang Bulan, Jalan Jamin Ginting, Medan, sekira pukul 21.00 WIB.

Jon yang sebelumnya dijemput polisi secara paksa di rumahnya, saat ini sudah dipulangkan, sedangkan Lindung Silaban saat ini masih diperiksa oleh polisi. "Statusnya tersangka, karena ada beberapa berita yang dia buat terdapat unsur-unsur pencemaran nama baik, kemudian juga institusi dan juga hoax, tidak benar," ungkap Kapolda Sumut.

Jenderal bintang dua tersebut juga mengungkapkan, dugaan pencemaran nama baik itu lantaran dalam berita yang dibuat, disebutkan hubungan dirinya dengan Mujianto, tersangka kasus penipuan.

"Darimana dia tau? Kita ketemu, Saya ama Mujianto ketemuan baru Kapolda di sini, ada pengobatan katarak di RS Polri di Tebing Tinggi. Setelah itu, yah kemarin kebakaran rumah anggota Brimob, yah mereka bantu lah. Buddha Tzu Chi itu ada dimana-mana, lembaga yang konsen terhadap humanisme. Tidak melihat dari mana, kalau mau bantu yah bantu," ungkap Paulus.

Paulus juga menuturkan, pelaporan kedua jurnalis tersebut bukan laporan pribadi, melainkan dari Ditkrimsus Polda Sumut. "Pelaporannya kalau di Krimsus ini model A, artinya oleh pihak kepolisian sendiri, penyidik yang melaporkan," tuturnya.

Menurut Kapolda, dalam pemberitaan yang dibuat oleh jurnalis tersebut sangat tendensius dan tidak ada dasar fakta. "Seakan-akan kita ini sudah hancur lebur, kita kacau balau. Jadi, biarlah mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya," ungkap Paulus.

Disinggung mengenai kedekatan dirinya bersama Mujianto, Kapolda Sumut membantah hal tersebut. Karena dirinya mengaku baru tujuh bulan lalu ketemu sama Mujianto.

"Waktu kita beri bantuan ke Asrama Brimob, saya diundang sama Dansat Brimob. Karena saat itu ada penyerahan batuan dari Buddha Tzu Chi," tutup Paulus.

(jw/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar