Kantor Gubsu Dilempari Batu, Edy Rahmayadi Tidak Salahkan Massa

Kantor Gubsu Dilempari Batu, Edy Rahmayadi Tidak Salahkan Massa

Kaca jendela pos pengamanan Kantor Gubsu pecah dilempar batu, Selasa (15/1)

(jw/eal)

Selasa, 15 Januari 2019 | 21:00

Analisadaily (Medan) - Pos pengamanan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) di Jalan Diponegoro, Medan, dilempari batu, Selasa (15/1).

Akibat pelemparan yang terindikasi dilakukan oleh sekelompok massa yang berunjuk rasa, kaca jendela pos pengamanan dan jendela sejumlah mobil pecah.

Peristiwa itu tidak ditanggapi serius oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Menurutnya hal itu hanya sebagai bentuk frustrasi massa yang tidak mendapat tanggapan saat demo.

"Masyarakat yang emosi seperti ini tidak layak kita laporkan, kita perlu mencarikan mereka solusi. Seribu kali demo, berkali-kali lempar batu, mau kita hukum dia? masalah ini juga tidak selesai, yang perlu untuk mereka solusi. Saya nanti akan ke pusat untuk mencari solusi masalah ini (Sari Rejo)," ujar Edy.

Namun, sambung Gubsu, kalau tidak ada masalah lalu massa berbuat anarkis, hal itu baru masalah dan perlu ditindak.

"Tetapi kalau tidak ada angin tidak ada hujan berbuat anarkis itu yang salah, nah itu yang perlu kita selentik kepalanya. Nakal itu tidak benar, tetapi kita perlu melihat konteksnya (mengapa mereka nakal). Saya tidak setuju mereka salah. Nanti kita lihat, kita pelajari, tetapi yang terpenting kita cari solusinya," tegas Edy.

Sedangkan untuk kerusakan kendaraan roda empat akibat pelemparan batu tersebut, Edy Rahmayadi mengaku hal itu menjadi tanggung jawabnya. "Untuk kendaraan yang terkena lemparan batu, ya gubernur lah yang betulin," jelasnya.

Insiden pelemparan batu terjadi sekitar pukul 12:00 WIB. Ketika itu massa melintasi Kantor Gubsu yang menyebabkan kemacetan. Kemudian mereka mencoba masuk ke Kantor Gubsu. Petugas pengamanan pun coba menghalangi massa yang ingin masuk, tetapi mereka langsung membalas dengan lemparan batu ke dalam lingkungan Kantor Gubsu yang mengakibatkan kerusakan kendaraan roda empat dan sebagian kaca jendela pos pengamanan.

"Terlalu jauh kalau kita katakan ini teror. Di beberapa media mengatakan kantor Edy Rahmayadi diteror, dilempari, tidak seperti itulah, ini yang kena kan hanya pos pengamanan, masih jauh dari kantor," kata Ilyas Sitorus.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar