Kanker Darah: Pengobatan Baru Menawarkan Hasil yang Lebih Baik

Kanker Darah: Pengobatan Baru Menawarkan Hasil yang Lebih Baik

Ilustrasi

Selasa, 26 Maret 2019 | 10:33

Kini obat-obatan dapat menargetkan sel-sel tumor dan menggunakan sistem imun tubuh sendiri untuk membunuh sel tumor tersebut," Dr Colin Phipps Diong

Analisadaily - Bagi pasien yang menderita subtipe tertentu dari kanker darah, seperti limfoma, myeloma, atau leukemia, suatu kelas obat yang dikenal sebagai antibodi monoklonal dapat menawarkan hasil yang lebih baik daripada pengobatan dengan kemoterapi saja.

Antibodi monoklonal adalah sel-sel imun yang dibuat di laboratorium yang mencari dan melekat pada sebuah protein, biasanya pada permukaan sel kanker darah. Ia kemudian membunuh sel kanker dengan atau tanpa bantuan dari sel-sel imun pasien sendiri.

Kanker yang berbeda memiliki protein yang berbeda pula, jadi, dengan mengidentifikasi jenis kanker yang diderita oleh seorang pasien, dokter dapat menggunakan obat yang menargetkan sel-sel kanker tersebut.

Konsultan Senior Hematologi di Parkway Cancer Centre, Dr Colin Phipps Diong, memberi contoh sebuah obat yang disebut rituksimab, yang menargetkan protein CD20 pada sel-sel limfoma Non-Hodgkin sel B. Ia mengatakan, obat ini mengubah perspektif pengobatan limfoma sel B karena efektivitasnya dan dapat dikombinasikan dengan kemoterapi.

Zat-zat yang lebih baru yang mengkombinasikan kemampuan terarah dari antibodi monoklonal dengan zat sitotoksik juga maju ke garis terdepan. Brentuximab vedotin adalah salah satu contoh obat tersebut yang menargetkan protein CD30 yang dimiliki oleh limfoma Hodgkin.

“Ini adalah gabungan obat antibodi pertama yang memperlihatkan potensi yang begitu tinggi pada limfoma Hodgkin. Gabungan obat antibodi mengkombinasikan antibodi monoklonal dengan zat toksik guna meningkatkan potensinya,” ujar Dr Phipps, saat bicara di hadapan para dokter di seminar Pendidikan Medis Berkelanjutan.

Antibodi monoklonal juga memberikan harapan dalam membantu orang dewasa yang mengalami leukemia limfoblastik akut (LLA) yang kambuh. Untuk pasien-pasien seperti ini, hasilnya tidak baik dengan tingkat kelangsungan hidup secara keseluruhan sebesar 10 persen dan median waktu kelangsungan hidup adalah 4.5 bulan. Namun, protein CD22 tampak pada lebih dari 90 persen LLA sel B, sehingga memungkinkannya dijadikan target.

Sebuah penelitian multisenter dengan randomisasi telah memperlihatkan bahwa para pasien yang mengalami kekambuhan LLA, yang diberikan obat yang menargetkan CD22 menunjukkan durasi respons, kelangsungan hidup secara keseluruhan, dan kelangsungan hidup bebas perkembangan yang lebih lama bila dibandingkan dengan kemoterapi standar.

Antibodi monoklonal juga telah dikembangkan untuk mengobati pasien yang menderita multiple myeloma. Saat ini, pengobatan utama untuk sebagian besar kanker darah adalah kemoterapi.

“Kemoterapi sangat efektif karena ia membunuh sel-sel kanker yang membelah dengan cepat,” kata Dr Phipps.

Namun, kemoterapi membunuh semua sel di dalam tubuh yang membelah dengan cepat, sehingga menyebabkan pasien yang diobati dengan kemoterapi mengalami kerontokan rambut. Kemoterapi juga mempengaruhi sumsum tulang, sehingga pasien akhirnya memiliki jumlah sel-sel darah yang rendah.

Dorongan untuk menemukan pengobatan yang lebih baik membawa kita pada pengembangan antibodi monoklonal, serta terapi terarah lainnya.

Selain antibodi monoklonal, pengobatan imunoterapi lainnya meliputi antibodi bispesifik, penghambat checkpoint, terapi sel T reseptor antigen kimerik, dan transplantasi sel punca alogenik.

“Pengobatan kanker darah menggunakan imunoterapi merupakan bidang yang berkembang dimana angka kesembuhan dan terapi baru semakin meningkat, tuturn.

Ia juga menekankan, sebagian besar pengobatan imunoterapi cukup aman, dapat ditoleransi, dan dapat digunakan pada pasien-pasien usia lanjut dimana kemoterapi akan dihindari.

“Tentu saja, lebih baru tidak selalu berarti lebih baik. Seringkali respons yang sangat baik berasal dari gabungan: imunoterapi plus kemoterapi,” Dr Phipps mengingatkan.

Tanyakan masalah seputar kanker, pengobatan kanker atau masalah 
kesehatan lainnya, informasi lebih lanjut di sini.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar