KAI Sumut Sudah Layani 16.755 Penumpang Hingga Hari ke-13 Angkutan Nataru

KAI Sumut Sudah Layani 16.755 Penumpang Hingga Hari ke-13 Angkutan Nataru

Penumpang kereta api.

(rel/rzd)

Rabu, 2 Januari 2019 | 14:03

Analisadaily (Medan) - Jumlah penumpang di hari ke-13 masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019 sebanyak 16.755 penumpang dengan persentase target 121 persen.

Manager Humas KAI Divre I Sumut, M. Ilud Siregar mengatakan, terjadi kenaikan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu pada periode masa angkutan yang sama.

"Di hari ke-13 tahun lalu atau 2017/2018 jumlah penumpang 15.615 dan saat ini di masa angkutan 2018/2019 sebanyak 16.755 penumpang," kata Ilud, Rabu (2/1).

Ia menerangkan, adapun update rincian data penumpang yang berangkat di hari ke-13 yaitu KA kelas eksekutif Sribilah realisasi 557 penumpang.

"KA kelas bisnis Sribilah realisasi 1.863 penumpang dengan persentase 64 persen dan KA kelas ekonomi Sribilah Premium dan KA Putri Deli realisasi 4.721 penumpang dan persentase 117 persen," terangnya.

Sementara itu untuk KA lokal, Ia mengungkapkan, KA Srilelawangsa, KA Siantar Ekspres dan KA Cut Meutia realisasi 9.614 penumpang dengan persentase 117 persen.

"Untuk total penumpang dari masa angkutan Nataru selama 13 yaitu realisasi tahun 2018/2019 sebanyak 197.147 penumpang atau persentase 110 persen," ungkapnya.

Kepada para penumpang/calon penumpang tentang syarat dan ketentuan melakukan perubahan jadwal keberangkatan menggunakan angkutan kereta api, yaitu perubahan jadwal dilakukan selambat-lambatnya 60 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta api sebagaimana tercantum pada tiket yang telah dibeli.

"Tempat duduk kereta api pengganti masih tersedia. Penumpang mengisi dan menandatangani formulir pembatalan yang disediakan, dan dikenakan bea administrasi sebesar 25 persen dari harga tiket lama di luar bea pesan," jelasnya.

Jika kereta api jadwal baru tarifnya lebih tinggi, maka penumpang membayar selisih tarif dan jika kereta api jadwal baru tarifnya lebih rendah, maka tidak ada pengembalian bea atas selisih tarif.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar