Kadishub Samosir Jalani Pemeriksaan Perdana Terkait KM Sinar Bangun

Kadishub Samosir Jalani Pemeriksaan Perdana Terkait KM Sinar Bangun

Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, memaparkan empat tersangka tenggelamnya KM Sinar Bangun beberapa waktu lalu

(jw/eal)

Kamis, 12 Juli 2018 | 16:10

Analisadaily (Medan) - Setelah mangkir karena sakit beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan, hari ini menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumatera Utara sebagai tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6) lalu.

Pemeriksaan Kadishub Samosir di Polda Sumut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja. "Iya lagi diperiksa, tadi yang bersangkutan datang," kata Tatan, Kamis (12/7).

Pemeriksaan perdana yang dijalani Nurdin Siahaan di Polda Sumut ini untuk memenuhi panggilan kedua yang dilayangkan penyidik. Sebelumnya pada panggilan pertama sesuai jadwal pemeriksaan Senin (9/7) kemarin, dirinya tidak datang dan melalui pengacaranya menyampaikan surat keterangan sakit kepada penyidik untuk meminta pengunduran jadwal pemeriksaan.

Dalam panggilan kedua ini yang dilakukan oleh penyidik, Nurdin datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam peristiwa KM Sinar Bangun.

Terkait apakah penyidik akan menahannya atau tidak, Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP. Nainggolan, mengaku belum bisa memastikan hal tersebut. Karena saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan.

"Kita lihat nanti," ucapnya singkat.

Seperti diketahui, Polda Sumut sudah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun.‎ Kelima tersangka adalah Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahaan, nakhoda sekaligus pemilik KM Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala.

Kemudian Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, Golpa F. Putra, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Pos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Dari kelima tersangka itu, empat diantaranya sudah lebih dulu diproses dan ditahan. Bahkan berkas perkara mereka sedang diteliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Untuk kasus ini para tersangka dijerat dengan Pasal 302 dan/atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.

Sampai dihentikannya pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun di Danau Toba, tim SAR Gabungan baru mengevakuasi 24 orang. Dari jumlah tersebut, 21 orang dievakuasi dalam keadaan selamat dan 3 orang dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 164 orang masih dinyatakan hilang di Danau Toba.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar