Kades di Nias Tewas Dibunuh Adik Ipar dan Keponakan

Kades di Nias Tewas Dibunuh Adik Ipar dan Keponakan

Keterangan pers terkait kasus pembunuhan.

(jw/rzd)

Kamis, 3 Januari 2019 | 13:09

Analisadaily (Medan) - Kepala Desa Tagaule, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Benasokhi Zai (41) meninggal dunia dibunuh oleh adik ipar dan dua keponakannya, Selasa (1/1). Kematian korban diduga lantaran pelaku dendam.

Dari informasi yang diperoleh Analisadaily.com, ketiga pelaku pembunuh tersebut adalah AL (44) yang merupakan adik ipar korban serta OL (15) dan DL (18) yang merupakan keponakan korban.

Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan mengatakan, ketiga pelaku itu merupakan ayah dan anak. Para pelaku itu sudah diamankan oleh petugas.

"Motif penganiayaan yang mengakibatkan kematian itu diduga merupakan dendam lama antara korban dengan pelaku," katanya, Kamis (3/1).

Pembunuhan sadis ini berawal saat korban melintas di depan rumah pelaku berinisial AL. Ketika itu korban berhenti dan terlibat cekcok mulut dengan pelaku. Tidak lama kemudian, pelaku AL masuk ke dalam rumah dan mengambil parang. Kemudian pelaku mengejar korban dan membacoknya.

"Kedua anak laki-laki pelaku yang masih duduk di bangku sekolah masing-masing berinisial DL dan OL ikut membantu ayahnya menghabisi pamannya. Mereka membacok korban berulang kali secara brutal hingga tidak bergerak dan tewas mengenaskan," jelasnya.

Lebih lanjut, Deni menuturkan, masyarakat yang melihat kejadian tersebut kemudian mencoba mengejar para pelaku. Namun, saat para pelaku dikejar, mereka lari ke dalam hutan.

"Masyarakat yang melihat peristiwa itu mengejar ketiga pelaku, tapi mereka lari ke hutan. Kemudian, masyarakat menghubungi pihak kepolisian. Petugas yang mengejar para pelaku tersebut akhirnya berhasil mengamankan mereka lima jam setelah kejadian," terangnya.

Deni menambahkan, selain mengamankan ketiga pelaku tersebut, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti diantaranya tiga bilah parang berukuran 40 cm, serta baju korban dan para pelaku yang terdapat bercak darah.

"Untuk perbuatannya, ketiga pelaku tersebut akan dikenakan Pasal 170 Ayat 2 ke 3e atau Pasal 351 Ayat 3 dari KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara," pungkas Deni.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar