Kabut di Medan Bukan Asap Kiriman dari Riau

Kabut di Medan Bukan Asap Kiriman dari Riau

kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau (BNPB)

(jw/csp)

Selasa, 17 September 2019 | 12:12

Analisadaily (Medan) - Beberapa hari terakhir kabut terlihat menyelimuti sebagian wilayah di Kota Medan. Catatan Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah l Medan menyebut, kabut itu bukan merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Kondisi ini dikarenakan hujan sepanjang hari di Kota Medan," kata salah satu staf pelayanan jasa BBMKG Wilayah l Medan Martha Manurung kepada Analisadaily.com, Selasa (17/9).

Martha menjelaskan, kondisi kabut yang ada di Kota Medan itu sendiri akibat hujan yang terjadi beberapa hari ini karena suhu masih rendah dan kelembaban cukup tinggi, uap air cukup banyak di udara.

"Yang pastinya belum ada asap dari Karhutla di Riau masuk ke Kota Medan. Jadi, beberapa hari ini terlihat kabut itu bukan karena asap kiriman tapi karena hujan," jelasnya.

Menurut Martha, BBMKG terus memantau berbagai perkembangan yang terjadi seputar potensi asap. Salah satunya dengan memantau titik api atau hotspot.

Khusus untuk hari ini, lanjut Martha menjelaskan, mengidentifikasi satu titik api di kawasan Padang Lawas Utara tepatnya di Kecamatan Padang Bolak.

“BBMKG juga mengimbau untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan di beberapa daerah lain seperti di Kawasan Padang Lawas Utara, Padang Lawas bagian Selatan, Labuhan Batu Selatan," terangnya.

Selain soal potensi kebakaran hutan, pada beberapa wilayah lain, pihaknya juga mengimbau waspada terhadap cuaca ekstrim seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

“Imbauan kita, untuk Wilayah Kota Medan masih waspada terhadap genangan-genangan hujan lebat disertai guntur dan waspada terhadap angin kencang," ucap Martha.

Sementara Wilayah Sumut, waspada terhadap kebakaran hutan di kawasan Padang Lawas Utara, Padang Lawas Selatan, sekitar Labuhan Batu Selatan.

“Karena curah hujan masih rendah di kawasan tersebut. Karena hujan masih bersifat lokal di Wilayah Timur, Pesisir Timur," ungkap Martha.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar