Kabur Saat Razia, Seorang Pelajar Hanyut di Sungai

Kabur Saat Razia, Seorang Pelajar Hanyut di Sungai

Proses pencarian korban di Sungai Sibuluan, Kamis (15/11)

(jw/eal)

Kamis, 15 November 2018 | 19:23

Analisadaily (Tapteng) - Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) hanyut di Sungai Sibuluan, Tapanuli Tengah (Tapteng), saat terjadi razia pelajar yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Kamis (15/11).

Dari informasi yang diperoleh Analisadaily.com, pelajar tersebut merupakan siswa SMA Negeri 1 Sibolga bernama Martin Tamba (17). Korban tinggal di Poriaha, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng.

Kejadian bermula saat korban bersama sejumlah rekannya bolos sekolah. Namun tiba-tiba terjadi razia oleh Satpol PP sehingga mereka langsung kabur.

"Pada saat jam pelajaran korban bolos dari sekolah menuju Hutadolok, Kelurahan Sibuluan Nalambok," kata Babinsa setempat, S. Waruwu.

Waruwu menjelaskan bahwa saat razia, para pelajar lari ke hutan menuju Ramba Goring-goring. Mereka kemudian menyeberang Sungai Sibuluan menuju Sibuhuan Nauli.

"Namun naas saat hendak menyeberang sungai tersebut, dirinya hanyut dan sampai saat ini belum ditemukan," jelasnya.

Informasi hanyutnya seorang pelajar langsung ditindaklanjuti oleh petugas gabungan TNI, Polri, SAR dan masyarakat yang melakukan upaya pencarian.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Sibolga, Beni Setiawan, mengatakan bahwa saat ini proses pencarian masih terus dilakukan.

"Saat ini kita lakukan penyisiran di atas permukaan sungai. Kita lakukan pencarian terus," kata ucapnya.

Tim gabungan yang sudah dibentuk melakukan pencarian dengan mengerahkan perahu karet hingga alat selam. Namun tim mengalami kesulitan karena Sungai Sibuluan merupakan jalur aliran Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas Sibolga.

"Saat ini air masih tenang karena bendungan Sipansihaporas belum terbuka," ungkap Beni.

Beni menjelaskan bahwa pencarian hanya dilakukan hingga sore hari. Sebab jika dilakukan malam hari pencarian tidak efektif karena kurangnya pencahayaan.

"Kita akan hentikan sementara dan melanjutkan pencarian keesokan harinya," pungkas Beni.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar