Kabupaten Madina Komitmen Topang Destinasi Prioritas Danau Toba

Kabupaten Madina Komitmen Topang Destinasi Prioritas Danau Toba

Salah satu pantai di Madina.

(jw/rzd)

Sabtu, 9 Juni 2018 | 13:29

Analisadaily (Madina) - Upaya memajukan destinasi prioritas Danau Toba terus dikembangkan. Dukungan besar pun diberikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Beragam infrastruktur pendukung dibangun, termasuk rencana pembangunan bandara baru di wilayah Melanting.

"Semua wilayah di Kawasan Danau Toba bahu-membahu menaikkan jumlah kunjungan wisatawan. Berbagai fasilitas terus dibangun. Komitmen besar juga terus diberikan Kabupaten Madina. Peran dan komitmen mereka mengembangkan pariwisata di Danau Toba luar biasa," kata Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo, Sabtu (9/6).

Selain fokus memetakan potensi besar pariwisata Madina, BOPDT juga bertemu dengan para stakeholder terkait. Dalam kunjungan kerja mereka juga mengadakan pertemuan dengan Bupati dan Kadispar Madina.

"Kunjungan kerja sudah dilakukan. Agendanya memetakan potensi pariwisata Madina dan koordinasi dengan pemangku kepentingan. Semua elemen harus solid. Secara keseluruhan Madina sangat bagus dan potensinya besar. Kekuatan pesona alamnya sangat luar biasa," ungkap Arie.

Arie menjelaskan, menjadi pilar penopang pariwisata kawasan Danau Toba, Madina, memiliki beberapa destinasi utama. Sebut saja Pantai Natal. Pantai ini memiliki hamparan pasir yang luas dengan warna biru air lautnya. Di sini, wisatawan bisa berenang karena lautnya tenang.

"Wisatawan juga bisa berkeliling pantai dengan perahu. Kawasan ini juga selalu menjadi pilihan wisatawan menikmati liburan, termasuk Lebaran," jelasnya.

Madina juga memiliki tiga surga tersembunyi. Ada Pantai Rusa Desa Tabuyung, Pantai Twinky Winky, juga Pantai Batu Badaun di Desa Sikapas. Ada banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan Madina. Selain kekuatan alamnya, Madina juga sangat memiliki keunggulan secara budaya.

Pengembangan destinasi memang dilakukan oleh Madina. Mereka saat ini fokus mengembangkan proyek Muhasabah. Yaitu menyempurnakan kawasan taman batu (stone park). Destinasi stone park ini memiliki kekuatan panorama eksotis dengan latar Penyabungan, Ibu Kota Kabupaten Madina.

Salah satu pantai di Madina. (jw)

Salah satu pantai di Madina. (jw)

Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution mengungkapkan, demi menyempurnakan kenyamanan wisatawan, aspek aksesibilitas juga terus digenjot. Demi memangkas durasi waktu tempuh, akses udara langsung segera dihadirkan. Bandara baru di wilayah Melanting, Kabupaten Madina, yang saat ini sedang dalam tahap penyiapan lahan dan perencanaan akan segera dikebut.

"Kawasan Melanting ini ideal untuk bandara baru. Kalau ini sudah berjalan, akses menuju Madina akan lebih meningkat," terang Arie.

Madina. (jw)

Madina. (jw)

Selama ini, ada beberapa opsi untuk terhubung dengan Madina. Wilayah ini bisa dijangkau dari Medan melalui jalur udara Padang Sidempuan. Setiap hari ada penerbangan langsung dari Kualanamu menuju Aek Gondang yang dilayani Wings Air dengan pesawat ATR 72-600.

"Namun, jarak tempuh darat dari Aek Gondang ke Penyabungan masih 2 jam. Bila menggunakan akses Bandara Silangit, jarak tempuh darat menjadi 5 jam," ucapnya.

Keseriusan Madina membangun pariwisatanya pun diacungi jempol oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengatakan, sinergi positif yang dilakukan Madina menguatkan pariwisata Danau Toba.

"Kami apresiasi atas upaya yang dilakukan Madina. Untuk aksesibilitas dan promosi tentu akan menjadi perhatian. Yang jelas, komitmen Madina akan mempercepat pertumbuhan pariwisata Danau Toba," tutup Menpar.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar