Kabinet Jokowi Harus Diisi Tokoh yang Punya Kualitas dan Rekam Jejak Positif

Kabinet Jokowi Harus Diisi Tokoh yang Punya Kualitas dan Rekam Jejak Positif

Tokoh dari Bali yang direkomendasi menjadi menteri di Kabinet Kerja II

(hers/eal)

Minggu, 25 Agustus 2019 | 19:49

Analisadaily (Jakarta) - Pemerintahan Jokowi periode kedua memiliki segudang pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Baik masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, pariwisata, hukum dan keamanan serta berbagai permasalahan lainnya termasuk revolusi industri 4.0.

Hal ini tidaklah mudah, namun bukan tidak mungkin untuk diselesaikan dengan baik asalakan Kabinet Kerja II diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak dan kualitas sesuai dengan ritme kepemimpinan serta mampu menerjemahkan visi dan misi Presiden Jokowi.

Hal tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh DPN Peradah Indonesia bersama DPP Persadha di Warung Bumbu Desa, Jakarta.

FGD yang dilaksanakan dalam rangka menyampaikan hasil aspirasi dan survey sebagian masyarakat Bali maupun umat Hindu terkait sosok menteri yang pas untuk membantu Presiden Jokowi.

"Tokoh Bali dan Hindu sangat layak diberi kesempatan membantu Presiden Jokowi membangun bangsa dan negeri ini di tengah realitas kebangsaan kita yang terus mengalami ujian di usia kemerdekaan ke-74," ujar I Wayan Jondra, Ketua Harian DPP Persadha Nusantara, Minggu (25/8).

Menurutnya tantangan merawat kebangsaan tidak semakin mudah, tetapi justru semakin sulit di era globalisasi di mana demokrasi terus berkembang dengan kemerdekaan berpendapat yang semakin baik serta aspirasi masyarakat yang tidak mungkin lagi dibendung, didukung dengan kebebasan pers dan teknologi informasi.

"Sebagai Negara bangsa yang plural, Indonesia tengah berada di pusaran arus globalisasi yang akan mempengaruhi pola pikir anak bangsa dalam memandang kehidupan berbangsa dan bernegara. Khususnya dengan perubahan dunia memasuki revolusi industri jilid 4 yang membutuhkan kecepatan, kreativitas dan inovasi, tapi pada saat yang sama intoleransi, radikalisme dan terorisme menjadi ancaman nyata keutuhan persatuan bangsa," sambung Jondra, panggilan akrab mantan Ketua KPU Provinsi Bali ini.

Sementara Ketua Umum DPN Peradah Indonesia, I Gede Ariawan, menyampaikan bahwa dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut, tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua golongan saja, melainkan memerlukan kebersamaan semua komponen bangsa, salah satunya komponen Hindu.

Menurutnya Umat Hindu Indonesia siap terlibat menjadi bagian dari kerja bersama seluruh komponen Bangsa, siap membantu Presiden membangun dan menjaga NKRI yang dicintai.

"Kami umat hindu Indonesia siap membantu presiden dan menjaga keutuhanan NKRI yang kita cintai," tegas I Gede Ariawan.

Ige, sapaan akrab Ketum DPN Peradah Indonesia menjelaskan bahwa umat hindu dan warga Bali siap selalu dalam membantu Presiden Jokowi, mengingat Bali memiliki sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi, berkualitas dan berintegritas, bermutu, profesional dan bermoral serta memiliki jati diri yang kokoh sesuai nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tokoh Bali tidak hanya siap untuk diberi kepercayaan mengurusi pariwisata, mengurus hukum dan HAM, pertanahan, ekonomi, politik, sosial dan lainnya sangat siap, mengingat SDM Bali dan Hindu mumpuni di berbagai bidang.

Dengan berbagai pertimbangan dan kajian mendalam serta kriteria tersebut, berdasarkan aspirasi sebahagian warga Bali dan umat Hindu Indonesia DPN Peradah Indonesia dan DPP Persadha Nusantara yang merupakan Organisasi Hindu Nasional, menyimpulkan beberapa nama tokoh Bali dan Hindu Nasional untuk direkomendasikan membantu Presiden Jokowi sebagai menteri, yaitu :

1. Gede Pasek Suardika (Senator/DPD RI Periode 2014-2019/Ketua Komisi III DPR RI)

2. A.A.G.N. Ari Dwipayana (Staf Khusus Presiden 2014-2019/Akademisi Politik UGM).

3. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Wagub Bali 2018-2023 /Pelaku Pariwisata Bali)

(hers/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar