Jubir TKN Menyebut Sudirman Said Cari Sensasi

Jubir TKN Menyebut Sudirman Said Cari Sensasi

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, Kamis (21/2)

(rzp/csp)

Kamis, 21 Februari 2019 | 20:29

Analisadaily (Jakarta) - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, menyesalkan pernyataan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said.

Pernyataan yang disesalkan, terkait pertemuan rahasia antara Presiden Joko Widodo dan Bos Freeport McMoran Inc, James R Moffet, yang disebut telah membuat kesepakatan di antara keduanya, hanya lebih menguntungkan Freeport.

Arya mengatakan, pernyataan Sudirman Said itu hanyalah karangan yang dibuat untuk mencari sensasi.

"Saya bisa katakan, Sudirman Said melakukan pembohongan karena beliau diwawancara oleh media mainstream, ada salah satu televisi, dan majalah. Di situ jelas Pak Sudirman cerita," kata Arya, Kamis (21/2).

Arya menjelaskan, di Majalah 'TAMBANG' edisi November 2015, Sudirman menjelaskan panjang lebar soal pertemuan dia bersama Presiden Jokowi dengan Bos Freeport McMoran Inc James R Moffet.

Sudirman menjelaskan tentang tugasnya sebagai pembantu Presiden. Termasuk menangkis taktis, bahwa Presiden Jokowi menjalankan tugas negara dan hal itu bukan merupakan operasi rahasia.

Namun, sehari setelah Prabowo diserang soal ribuan hektare lahan di Aceh dan Kalimatan Timur, Sudirman tiba-tiba menyampaikan pernyataan sebaliknya. Presiden Jokowi dan Moffet melakukan pertemuan rahasia. Dia juga menuduh kesepakatan dengan Freeport lebih menguntungkan Freeport dan seolah ia hanya juru ketik Presiden.

Menurut Arya, hal itulah yang membuat pernyataan Sudirman Aneh. Pada 2015 Sudirman menyatakan dialah yang berinisiatif mengusulkan perpanjangan kerja sama dengan freeport, namun kemarin Sudirman membantahnya.

"Jadi kalau saya katakan, Pak Dirman itu cari sensasi dan membuat salah satu skandal," tegas Arya.

"Pak Dirman melakukan pembohongan. Jangan gitulah. Tapi kenayataannya begitu," tutup Arya.

Analis politik The Habibie Center, Bawono Kumoro, mempertanyakan motivasi Sudirman Said mengungkapkan pertemuan rahasia antara Jokowi dengan Moffet tersebut. Bawono melihat kesan pernyataan Sudirman sebagai respons dari sikap Joko Widodo di debat capres lalu yang menyinggung kepemilikan lahan oleh Prabowo di Kalimantan dan Aceh.

"Jadi apakah statement tersebut sebagai bentuk serangan balasan?" tanya Bawono.

Walhasil jika memang pertemuan rahasia tersebut benar-benar terjadi, kata dia, Sudirman Said harus dapat menunjukkan bukti-bukti kuat. Jika tidak, dikhawatirkan akan bergulir menjadi permasalahan hukum dan terkategori fitnah.

"Kalau itu diungkapkan sebagai serangan balasan dan tidak disertakan bukti-bukti hal tersebut patut disayangkan," tutupnya.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar