JPU Siap Eksekusi Ramadhan Pohan

JPU Siap Eksekusi Ramadhan Pohan

Ramadhan Pohan ketika menjalani sidang beberapa waktu lalu
 

(jw/eal)

Senin, 21 Januari 2019 | 20:05

Analisadaily (Medan) - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan melakukan eksekusi terhadap Ramadhan Pohan dalam kasus penipuan sebesar Rp 15,3 miliar dengan korban ibu dan anak.

Ramadhan Pohan yang pernah maju dalam Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Medan itu akan tetap dijatuhi hukuman 3 tahun penjara.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Sumanggar Siagian, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu salinan putusan tersebut.

"Kalau salinan putusannya sudah kita terima, pasti akan langsung kita eksekusi," kata Sumanggar, Senin (21/1).

Sumanggar mengungkapkan bahwa tim JPU masih menunggu salinan putusan dari Mahkamah Agung (MA) yang menjerat politikus Partai Demokrat tersebut.

"Kita tunggu saja. Salinannya belum kita terima karena itu dasar kita untuk mengeksekusi terpidana. Biasanya itu satu atau dua minggu baru kita terima salinannya," ungkapnya.

Terkait dimana akan ditahan, Sumanggar mengaku bahwa lokasi penahanan ditetapkan setelah salinan putusan diterima.

"Kita belum tau nantinya akan ditahan di mana, jadi tergantung pimpinan kita. Kita lihat lah dulu putusannya," tuturnya.

Sementara itu penasehat hukum Ramadhan Pohan, Marasamin Ritonga, mengaku baru mengetahui permohonan kasasi yang diajukan pihaknya ditolak.

"Kita juga baru tahu itu. Kita belum dapat salinan putusannya seperti apa sampai hari ini kita belum tahu. Makanya kita belum bisa komentar," ujarnya.

Seperti diketahui, majelis hakim kasasi yang diketuai Andi Abu Ayyub Saleh dengan anggota Wahidin dan Margono menolak permohonan kasasi yang diajukan Ramadhan Pohan. Dalam perkara nomor 1014 K/PID/2018 ini, menyatakan Ramadhan Pohan tetap dihukum 3 tahun penjara.

Putusan hakim kasasi menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Medan yang menghukum Ramadhan Pohan 3 tahun penjara. Sedangkan di Pengadilan Negeri Medan, Ramadhan Pohan hanya dijatuhi hukuman 1 tahun 3 bulan penjara.

Ramadhan Pohan dinyatakan terbukti melanggar Pasal 378 jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo pasal 65 Ayat (1) ke-1 KHUPidana setelah dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan ‎sebesar Rp 15,3 miliar terhadap korbannya bernama Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar dan Rotua Hotnida Simanjuntak.

Dalam perkara ini, Ramadhan Pohan dijatuhi hukuman bersama mantan bendahara pemenangannya pada Pilkada Kota Medan 2015, Savita Linda Hora Panjaitan.

Hukuman perempuan itu juga diperberat majelis hakim PT Medan. Dia dijatuhi hukuman 1 tahun penjara, lebih tinggi dari putusan majelis hakim PN Medan yang mengganjarnya 9 bulan penjara.

Dalam perkara ini, Ramadhan dan Savita Linda Hora Panjaitan dinyatakan telah menipu Rotua Hotnida Br Simanjuntak dan anaknya,  Laurenz Henry Hamonangan Sianipar. Rotua merugi Rp 10,8 miliar, sedangkan Laurenz Rp 4,5 miliar sehingga totalnya menjadi Rp 15,3 miliar.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar