Joko Widodo Serahkan Bantuan ke Pengungsi Rakhine

Joko Widodo Serahkan Bantuan ke Pengungsi Rakhine

Presiden Joko Widodo, mengunjungi pengungsi dari Rakhine, Myanmar di Jamtoli, Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin (29/1)

(rel/csp)

Senin, 29 Januari 2018 | 15:49

Analisadaily (Cox’s Bazar) – Dalam kunjungan kenegaraan, Presiden Joko Widodo, mengunjungi pengungsi dari Rakhine, Myanmar di Jamtoli, Cox’s Bazar, Bangladesh, Minggu (28/1).

Pada saat itu, kehadirannya disambut Kepala Baznas, Bambang Sudibyo, Direktur Tanggap Darurat BNPB, Junjungan Tambunan, dan Koordinator IHA, dr. Corona Rintawan.

Di kesempatan itu juga, Presiden Jokowi berdialog langsung dengan pekerja kemanusiaan dan menyapa pengungsi di kompleks pelayanan kesehatan yang dioperasikan oleh Indonesian Humanitarian Alliance (IHA).

"Alhamdulilah, hari ini saya dapat berkunjung di kamp pengungsi Jamtoli di Cox'z Bazar," kata Presiden Jokowi di Kompleks Pelayanan Medis IHA, sebagaimana informasi yang diterima Analisadaily.com dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Bangladesh yang telah menerima para pengungsi. "Saya berterima kasih kepada masyarakat dan organisasi kemanusiaan Indonesia yang telah bekerja dan terlibat dalam penanganan pengungsi."

Presiden Joko Widodo, mengunjungi pengungsi dari Rakhine, Myanmar di Jamtoli, Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin (29/1)

Presiden Joko Widodo, mengunjungi pengungsi dari Rakhine, Myanmar di Jamtoli, Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin (29/1)

“Dalam waktu dekat Indonesia akan memberikan bantuan berupa rumah sakit lapangan, shelter, pusat edukasi dan trauma healing, panel solar, dan penjernih air, tambah Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi bertemu 30 perwakilan pengungsi yang sedang mendapatkan pelayanan kesehatan di beberapa ruang. Selanjutnya, Presiden memberikan secara simbolis paket bantuan kepada pengungsi.

Paket yang diberikan antara lain sarung, selimut, dan perlengkapan sekolah. Bantuan kemanusiaan lain diberikan oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan kebutuhan mendesak para pengungsi di kamp.

Program Utama IHA

Program utama IHA untuk para pengungsi mencakup 4 sektor, yaitu kesehatan, water and sanitation for health (WASH), relief, serta hunian dan fasilitas umum. Penerima manfaat pelayanan kesehatan hingga 10 Januari 2018 sejumlah 15.950 jiwa, sedangkan program nutrisi bagi anak-anak berjumlah 1.863 jiwa.

Terkait dengan program kesehatan, IHA memberikan pelayanan medis seperti pengobatan dokter yang dibantu perawat, penyediaan obat-obatan, pendirian klinik darurat, dan mobile clinic.

Presiden Joko Widodo, mengunjungi pengungsi dari Rakhine, Myanmar di Jamtoli, Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin (29/1)

Presiden Joko Widodo, mengunjungi pengungsi dari Rakhine, Myanmar di Jamtoli, Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin (29/1)

“Jenis penyakit yang dominan ditangani IHA seperti infeksi pernafasan, kulit, demam, dan diare. Berdasarkan pantauan lapangan,  kondisi kamp berdebu dan sanitasi sangat buruk,” ujar dr. Corona Rintawan.

Selama kunjungan Cox's Bazar, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri, Sekretaris Kabinet serta Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh. Pemerintah Bangladesh diwakili Menteri Luar Negerinya.

Kunjungan Presiden Jokowi ini merupakan solidaritas dan kepedulian besar pemerintah Indonesia terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa warga Rakhine di Myanmar.

Berdasarkan data Inter Sector Coordination Group (ISCG) per 20 Januari 2018, jumlah pengungsi Rohingya berjumlah 688.000 jiwa yang terhitung sejak gelombang pengungsian pada Agustus tahun lalu.

Presiden Joko Widodo, mengunjungi pengungsi dari Rakhine, Myanmar di Jamtoli, Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin (29/1)

Presiden Joko Widodo, mengunjungi pengungsi dari Rakhine, Myanmar di Jamtoli, Cox’s Bazar, Bangladesh, Senin (29/1)

Sebagian besar pengungsi terkonsentrasi di Distrik Cox’s Bazar, seperti di Kutupalong, Mainnerghona, Hakimpara, Balukhali dan Jamtoli.

Pada dokumen Humanitarian Response Plan terkini menyebutkan, 3 tujuan strategi untuk penanganan krisis kemanusiaan pengungsi Rohingya yang berada di wilayah Bangladesh.

Ketiganya, penyediaan kebutuhan dasar di resettlement, kamp dan masyarakat setempat, peningkatan kondisi fisik dan manajemen, termasuk infrastruktur dan perencanaan wilayah. Terakhir, penyediaan perlindungan dan keamanan bagi para pengungsi.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar