Jika Dalam 7 Hari Asap Tak Teratasi, DPD Desak Penetapan Darurat Sipil

Jika Dalam 7 Hari Asap Tak Teratasi, DPD Desak Penetapan Darurat Sipil

(dtc)

Jumat, 23 Oktober 2015 | 20:41

detikNews - Jakarta, DPD RI mendesak pemerintah segera mengatasi bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan. Bahkan, pemerintah diminta menetapkan status darurat sipil di daerah terdampak.

Hal tersebut menjadi salah satu kesepakatan usai rapat yang melibatkan para anggota DPD dari provinsi yang terdampak asap. DPD menyatakan mendukung langkah-langkah Jokowi dalam menangani asap meski dinilai terlambat.

"Jika dalam waktu tujuh hari belum ada tanda-tanda berkurangnya bencana asap, DPD RI mendesak pemerintah memberlakukan darurat sipil yang berlaku di daerah-daerah," kata Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen, Jumat (23/10/2015). 

Farouk menjelaskan bahwa kondisi darurat yang dimaksud bukan darurat militer, namun memobilisasi penduduk. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo saat ini sudah memerintahkan evakuasi warga di daerah terdampak asap.

"Itu bisa diambil dalam keadaan urgensi. Bukan darurat militer. Kondisi ini memungkinkan mobilisasi. Itu pernah dilakukan di Maluku," ujar mantan jenderal polisi ini. 

Selain itu, DPD juga mendesak Jokowi fokus pada pemberian kewenangan daerah dalam menangani asap. Jokowi pun diminta menerbitkan inpres.

"DPD RI meminta Presiden mengeluarkan Inpres yang memerintahkan Pemerintah Daerah untuk mendayagunakan semua kemampuan dana dan daya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan," ucap Farouk.

DPD juga mengingatkan soal pengajuan RUU tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan kepada DPR RI pada 2008 silam. Pembahasannya didesak segera dilakukan. 

"DPD RI mendesak agar RUU tersebut dijadikan sebagai RUU Kumulatif Terbuka," ungkapnya. 

Selain itu, DPD juga membentuk Tim Kerja Gabungan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan untuk mengawasi penanggulangan kebakaran hutan. Komite II DPD yang memimpin tim ini. (imk)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar