Jembatan Gantung di Labuhanbatu Putus, Aktivitas Masyarakat Terganggu

Jembatan Gantung di Labuhanbatu Putus, Aktivitas Masyarakat Terganggu

Jembatan gantung di Desa Tebing Linggahara yang putus

(jw/eal)

Sabtu, 15 Desember 2018 | 21:59

Analisadaily (Labuhanbatu) - Putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Desa Tebing Linggahara dengan Desa Suka Makmur, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang, mengatakan bahwa pasca putusnya jembatan tersebut masyarakat harus menggunakan perahu untuk menyeberang.

"Masyarakat yang berada di Desa Tebing Linggahara dan Desa Suka Makmur terpaksa menggunakan perahu untuk menyebrangi desa mereka," kata Frido, Sabtu (15/12).

Frido menjelaskan saat ini air Sungai Aekundur mulai surut. Pihak pemerintah dan masyarakat sedang dalam proses perbaikan jembatan yang putus itu.

"Air sudah surut, namun jembatan tidak bisa digunakan lantaran kabel sling dari Tebing Linggahara menuju Tanjung Pasir masih putus. Masyarakat belum bisa lewat menggunakan jembatan," jelasnya.

Frido menuturkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum (PU) Labuhanbatu dan BPBD Labuhanbatu sudah mengambil langkah untuk melakukan perbaikan jembatan guna menghubungkan kembali kedua desa tersebut.

"BPBD juga telah menyediakan perahu karet untuk membantu masyarakat menyeberang. Terutama untuk anak-anak yang hendak sekolah," tuturnya.

Seperti diketahui jembatan yang menghubungkan Desa Tebing Linggahara dengan Desa Suka Makmur putus akibat banjir bandang yang terjadi di Sungai Aekundur, Kamis (12/14) sekitar pukul 08.00 WIB.

Setidaknya ada 12 orang yang berada di atas jembatan ikut terjatuh. Beruntung semua korban berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar