Jawaban Paslon Gubsu Terkait Kesejahteraan Nelayan

Jawaban Paslon Gubsu Terkait Kesejahteraan Nelayan

Debat publik ketiga jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara di Medan, Selasa (19/6)

(jw/csp)

Selasa, 19 Juni 2018 | 21:22

Analisadaily (Medan) - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan moderator pada debat publik ketiga di Medan, Selasa (19/6).

Pertanyaannya terkait bagaimana cara para calon untuk meningkatkan dan mensejahterakan para nelayan, apalagi Sumatera Utara merupakan salah satu satu daerah pesisir.

Menanggapi itu, Djarot mengatakan, akan mensejahterakan para nelayan dengan kartu Sumut Pintar, kartu Sumut Sehat, dan Kartu Sumut Keluarga Sejahtera. Dengan tiga kartu tersebut ia akan mengutamakan hak nelayan terutama untuk pendidikan anak-anak.

"Selain itu, kami juga akan memanfaatkan hutan mangrove sebagai ekosistem ikan-ikan laut berkumpul. Pemanfaatan ini maka nelayan bisa mencari ikan untuk kebutuhan hidup," ucap Djarot.

Berbeda dengan itu, Edy Rahmayadi menegaskan, menindak jika ada kapal-kapal ilegal yang memasuki wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di wilayah pesisir Sumatera Utara.

Karena, menurut Edy, kapal-kapal itu dapat membuat tangkapan ikan nelayan menurun dan juga merusak ekosistem di laut.

"Kapal yang berada di ZEE kita tindak karena itu dapat menyengsarakan nelayan. Ini harus kita perhatikan biar nelayan bisa mencari nafkah dengan hasil tangkapannya," jawab Edy.

“Dengan kita tegakkan hukum itu, Sumut bisa lebih bermartabat," tambahnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar