Jaringan Komputer Bermasalah, 39 Siswa SMP Negeri 2 Medan UNBK Susulan

Jaringan Komputer Bermasalah, 39 Siswa SMP Negeri 2 Medan UNBK Susulan

Ilustrasi (Pixabay)

(jw/rzd)

Rabu, 24 April 2019 | 15:58

Analisadaily (Medan) - Sebanyak 39 siswa di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Medan harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ulang dikarena jaringan komputer di sekolah tersebut mengalami gangguan pada Selasa (23/4) kemarin.

"Iya benar, hanya virus biasa. Dan itu terjadi pada 30 menit lagi ujian selesai," kata Kepala Sekolah UPT SMP Negeri 2 Medan, Marita Yetti, di sekolah yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Selasa (24/4).

Yetti menjelaskan, gangguan ‎tersebut terjadi pada saat UNBK dengan mata pelajara Matematika pada ujian sesi kedua sedang berlangsung.‎ "Pas ujian Matematika semalam," jelasnya.

Namun pada saat terkendala itu, pihak sekolah sudah memberikan pengertian kepada puluhan siswa yang sempat panik melihat kondisi ganguan yang disebut adalah virus biasa.

"Ya sempat panik, karena di komputer soal-soal sudah tidak bergerak. Kita langsung laporkan ke HD (Help Dask)‎ Kota dan bisa diatasi, semuanya normal," ungkap Yetti.

Untuk perbaikan, Yetti menuturkan, tim HD UN Kota Medan melakukan proses perbaikan dalam waktu sekitar 60 menit.‎ "Jadinya, sesi ketiga sudah kembali normal kemarin dan hari ini," tuturnya.

Untuk ujian susulan puluhan siswa itu akan dilaksanakan pada hari Senin (29/4) pekan depan. Sedangkan peserta UNBK di SMPN 2 Medan berjumlah 460 siswa.

"Sudah dibuat berita acara dilaporkan kepada Panitia UN Kota Medan, termasuk untuk ujian susulan," tegasnya.

Anggota Tim Help Dask UNBK Disdik Provinsi Sumut‎, Duta Salendra ‎mengungkapkan, kendala yang dialami UPT SMP Negeri 2 Medan bukan karena virus, melainkan jariangan LAN di sekolah tersebut.

"Jaringan LAN, switch hub menjadi terganggu. Switch hub berfungsi dari data ke klien. Tapi, kondisi tidak stabil, listrik berpengaruh," ungkapnya.

Kondisi jaringan listrik yang tidak stabil menyebabkan server yang demikian sensitif mengalami crash. Beberapa jaringan listrik yang ada di beberapa sekolah tidak memiliki besar dan kualitas kabel yang baik, sehingga mempengaruhi kualitas catudaya yang disuplay pada server maupun switch hub menjadi terganggu.

"Sekarang sudah normal. Ini saya berada di SMP Negeri 2 Medan‎ untuk pemeriksaan ulang dan pastinya sudah normal dan baik-baik saja," tambahnya.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar