Jangan Lupa Menikmati Lemang Jika ke Tebing Tinggi

Jangan Lupa Menikmati Lemang Jika ke Tebing Tinggi

Lemang Tebing Tinggi

(rzp/eal)

Jumat, 3 Maret 2017 | 14:25

Analisadaily (Tebing Tinggi) - Jika Anda melintas ataupun mengunjungi Kota Tebing Tinggi, jangan sampai melewatkan momentum untuk menikmati salah satu makanan khasnya, yaitu lemang.

Begitu memasuki pintu masuk Kota Tebing Tinggi dari arah Kota Medan, puluhan pedagang lemang pastinya akan Anda temui jika mengunjungi ataupun melintasi salah satu kota di Sumatera Utara ini.

Tidak besar, kios-kios milik pedagang lemang hanya memiliki ukuran seadanya. Sebab, target pembeli mereka kebanyakan para pengendara yang melintas di Jalur Lintas Sumatera tersebut.

Menurut seorang pedagang bernama Neneng, lemang yang dijual per batangnya dibanderol dengan harga Rp 15.000, sedangkan selainya Rp 10.000. Untuk satu batang lemang, memiliki ukuran sekitar 30 cm yang telah dibakar dengan arang.

Neneng mengaku, dalam setiap harinya ia berjualan mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Usaha penjualan lemang yang digelutinya merupakan milik orang tuanya yang sudah berjualan lemang sejak tahun 80-an.

"Ada aja yang beli. Meski di sini banyak yang berjualan, kami nggak takut bersaing. Saya hanya neruskan, ini usaha bapak saya sebelumnya," kata Neneng, Jumat (3/3).

Pedagang lainnya, Iwan, menyebut saat ini sangat banyak masyarakat sekitar yang beralih profesi sebagai pedagang lemang. Jika dulu bisa dihitung dengan jari, sekarang sudah ada puluhan pedagang lemang yang membuka kios di pinggiran Jalan Lintas Sumatera.

"Dulu zaman kakek saya, masih sedikit yang jual. Sekarang lihat aja, udah banyak. Kalau saya lihat, berarti masyarakat mau melestarikan makanan khas ini," sebutnya.

Sementara seorang pembeli yang merupakan warga Medan, Nanda, mengaku sering membeli lemang jika melintasi Kota Tebing Tinggi. Bahkan, pria 30 tahun ini juga mengaku suka dengan rasa dari lemang Kota Tebing Tinggi.

"Sering saya beli. Kalau lewat sini pasti beli, rasanya enak, apalagi kalau pakai selai dan duren," sebut Nanda, yang mengaku warga Jalan Gatot Subroto, Medan.

Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang.

Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini, kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang di atas tungku panjang.

Lemang lebih nikmat disantap hangat-hangat, dengan campuran selai bahkan durian. Bagaimana? Penasaran...

(rzp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar