Jalani Sidang Perdana, Andi Lala Cs Terancam Hukuman Mati

Jalani Sidang Perdana, Andi Lala Cs Terancam Hukuman Mati

Sidang Andi Lala cs di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (30/8).

(jw/rzd)

Rabu, 30 Agustus 2017 | 19:36

Analisadaily (Medan) - Jalani sidang perdana, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Mabar, Kota Medan, Andi Lala (34), Andi Syahputra, dan Roni Anggara terancam hukuman mati.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga mengatakan, ketiga terdakwa dinyatakan melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Mabar beberapa waktu lalu.

“Oleh karenanya, ketiga terdakwa terancam dengan hukuman pidana mati,” katanya dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (30/8).

Dalam surat dakwaan, Andi Lala alias Andi Matalata (34), didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Mabar, Medan, dan seorang selingkuhan istrinya di Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Di hadapan ketua majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban, JPU membacakan dakwaan terhadap ketiga terdakwa. Andi Syahputra dan Roni Anggara hanya didakwa turut melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Mabar.

Terhadap Andi Lala didakwa melanggar Pasal 340 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 65 Ayat 1 KHUPidana dan Pasal 338. Ada juga Pasal 365 ayat 4 KHUPidana dan Pasal 363 ke-3 dan ke-4 KHUPidana. Dua terdakwa lainnya juga didakwa Pasal 340 KHUPidana jo Pasal 338, Pasal 365 dan Pasal 363 ke-3 dan ke-4 dan Pasal 480.

Dalam dakwaan, Andi Lala disebut melakukan pembunuhan terhadap Suherwan alias Iwan Kakek, selingkuhan istrinya. Pembunuhan berlatar belakang dendam dan sakit hati ini terjadi di rumahnya, Jalan Pembangunan II, Desa Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang, pada 12 Juli 2015 sekitar pukul 20.30 WIB.

Ketika melakukan aksinya, Andi Lala dibantu istrinya, Reni Safitri (berkas terpisah) dan temannya, Irfan alias Efan (berkas terpisah). Andi Lala menghabisi Suherwan dengan alu lumpang yang sudah dia siapkan. Jasad Suherman dan sepeda motornya kemudian dibuang ke simpang Jalan Desa Pagar Jati, Lubuk Pakam, Deli Serdang.

Sementara pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Jalan Mangaan, Mabar, Medan, terjadi pada Minggu 9 April 2017. Dalam peristiwa itu, 5 orang meninggal dunia dan seorang balita 4 tahun terluka parah.

Sidang Andi Lala cs. (jw)

Sidang Andi Lala cs. (jw)

Adapun korban yang meninggal dunia adalah pasangan suami istri, Rianto (40) dan Sri Ariyani (40), dan kedua anak korban, Syifa Fadilah Naya (13), Gilang Laksono (8), serta ibu dari Sri Ariani, Sumarni (60). Sementara, putri bungsu pasangan Rianto dan Sri Ariani, K (4), ditemukan dalam keadaan kritis.

Dalam dakwaan disebutkan, Andi Lala dendam karena Rianto tidak kunjung memberikan sabu-sabu, meskipun dia sudah memberikan uang Rp 5 juta untuk membeli narkotika itu pada Maret 2017.

"Motifnya karena telah menyerahkan uang Rp 5 juta itu, namun tak kunjung mendapatkan sabu-sabu," ungkap Kadlan.

JPU juga menjelaskan dalam surat dakwaan, pada Sabtu 8 April 2017, Andi Lala bersama keponakannya, Roni Anggara, dan temannya, Andi Syahputra, mendatangi kediaman Rianto di Jalan Mangaan, Mabar, Medan.

Andi Lala kemudian mengajak Rianto bergantian mengisap sabu-sabu yang telah disiapkannya. Saat giliran Rianto mengisap sabu-sabu, Andi Lala menghantamkan besi sepanjang 60 cm dengan berat 11 kilogram ke kepala korban dengan sekuat tenaga.

Mendengar suara ribut-ribut, Andi Syahputra dan Roni Anggara yang awalnya berada di luar rumah Rianto, kemudian masuk ke dalam. Pada saat itu, Andi Syahputra diperintahkan melihat situasi di luar rumah. Sementara Roni ikut menghabisi korban lainnya.

"Dia ikut juga, sesuai dakwaan kita tadi," jelas Kadlan.

Persidangan perkara pembunuhan satu keluarga itu ditunda setelah majelis hakim mendengarkan dakwaan untuk ketiga terdakwa. Sidang akan dilanjutkan pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi karena para terdakwa tidak mengajukan eksepsi. 

"Ada 19 saksi yang akan kita hadirkan untuk perkara yang di Mabar. Kalau ditambah dengan pembunuhan yang di Lubuk Pakam, jumlah saksi jadi sekitar 20-an," tambah Kadlan.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar