Jaksa Cegah 5 Tersangka Kasus Korupsi Alat Kontrasepsi di BKKBN

Jaksa Cegah 5 Tersangka Kasus Korupsi Alat Kontrasepsi di BKKBN

(dtc)

Minggu, 1 Maret 2015 | 16:55

detikNews - Jakarta, Jaksa penyidik tindak pidana khusus telah menetapkan 5 tersangka kasus pengadaan perangkat alat kontrasepsi jenis Intra Uterine Device Kit (IUD Kit) di Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat. Selain itu, jaksa juga melakukan pencegahan kepada kelima tersangka tersebut.

"Tentu agar penyidikan berjalan lancar," ucap Kepala Sub Direktorat Penyidikan Sarjono Turin ketika dikonfirmasi, Minggu (1/3/2015).

Sebelumnya pada Jumat (27/2) kemarin, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Widyo Pramono mengungkapkan kasus dugaan korupsi tersebut. Widyo juga mengatakan ada 5 tersangka yang telah ditetapkan meski hanya menyebutkan inisial saja.

Kelima tersangka itu berinisal SW, WAW, SP, S, dan HS yang merupakan pejabat BKKBN dan rekanannya. Turin hanya menyebutkan bahwa mereka adalah pejabat pembuat komitmen serta pihak swasta tanpa merinci nama mereka secara jelas.

Turin juga mengatakan bahwa proyek dari tahun 2013 dan 2014 itu terdiri dari 3 proyek pengadaan yaitu Rp 5 miliar, Rp 13 miliar dan Rp 14 miliar dengan total Rp 32 miliar. Selain itu jaksa juga tengah menyelidiki proyek serupa dengan nilai total Rp 52 miliar. Namun jaksa belum menyebut jumlah total kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut.

Dugaan korupsi yang tengah disidik jaksa dalam proyek tersebut yaitu adanya pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi dan standar kesehatan. Mereka dijerat dengan UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20/2001, dengan ancaman penjara selama 20 tahun.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala BKKBN pusat Ambar Rahayu mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang berlaku. Namun Ambar menyebut belum mengetahui perihal dugaan korupsi itu.

"Harus menghormati pelaksanaan hukum, semua aturan yang berlaku," ujar Ambar saat ditemui di Gedung Negara, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/2) kemarin. (dha)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar