Irigasi Rusak, Petani di Langkat Terancam Gagal Panen

Irigasi Rusak, Petani di Langkat Terancam Gagal Panen

Irigasi rusak mengakibatkan petani Kuala. Kabupaten Langkat terancam gagal tanam (ANTARA/Istimewa)

Rabu, 20 November 2019 | 13:47

Analisadaily (Langkat) – Puluhan hectare areal persawahan terancam gagal panen tanam tahun ini setelah irigasi rusak dihantam banjir baru-baru ini di Sido Makmur, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kecamatan Kuala, Rasmuli menyebutkan, pertanaman padi petani terancam karena air sungai tidak dapat lagi mengalir ke pintu air akibat berpindah aliran.

"Bibit padi yang telah disemai dan akan ditanam terpaksa ditunda akibat tidak adanya air untuk mengairi areal persawahan," kata Rasmuli dilansir dari Antara, Rabu (20/11).

Meskipun petani telah berupaya membuat saluran air secara manual, namun hanya sedikit areal sawah yang dapat terairi.

“Petani telah berupaya secara manual mengalirkan air sungai ke sawah, tapi hanya dapat mengairi sawah yang ada di sekitar aliran sungai saja,” sambungnya.

Tidak berfungsinya saluran irigasi menyebabkan petani tidak dapat menanam bibit padi yang telah disemai ke puluhan hektare areal persawahan yang ada.

Sujono, salah seorang petani sangat berharap pemerintah secepatnya mengambil kebijakan agar petani tidak mengalami gagal tanam untuk tahun ini.

"Kalau tidak secepatnya aliran sungai diperbaiki, maka kami petani akan merugi akibat gagal tanam tahun ini," ucap Sujono.

Meluapnnya Sungai Tembo di Kecamatan Kuala yang terjadi 27 Oktober yang lalu tidak hanya merendam pemukiman warga dan merusak jembatan yang ada, tapi juga menyebabkan berpindahnya aliran sungai hingga berdampak terputusnya saluran air ke irigasi dan persawahan di Desa Sido Makmur Kecamatan Kuala.

Kini petani hanya berharap agar secepatnya saluran irigasi diperbaiki sehingga mereka bisa bertanam padi guna memenuhi kebutuhan pangan Langkat.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar