Investor Panik, IHSG Anjlok 4,7 Persen

Investor Panik, IHSG Anjlok 4,7 Persen

Ilustrasi (Internet/Berbagai Sumber)

Rabu, 5 September 2018 | 17:38

Analisadaily (Medan) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperdagangkan di teritori negatif, Rabu (5/9). IHSG pada perdagangan hari ini mengalami pelemahan terpuruk sejak beberapa tahun.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, IHSG sempat melemah di 4,7%. Penutupan perdagangan saham hari ini, IHSG melemah 221 basis poin atau melemah 3,75% di level 5.683.

“Level tertinggi IHSG berada di level 5.868 dan level terendah IHSG berada di level 5.621,” kata Gunawan.

Dijelaskannya, investor saham hari ini tampak merasakan kepanikan yang menyebabkan IHSG terjungkal dalam hingga 4,7%. Seluruh sektor saham mengalami pelemahan, dimana saham properti mengalami pelemahan terparah 4%, disusul pelemahan saham sektor konsumen 3,7%, pertambangan melemah 3,6% dan saham sektor keuangan melemah 3,5%.

Tak hanya IHSG yang mengalami pelemahan, Indeks Saham Global juga melemah pada perdagangan hari ini. kepanikan massal menyebabkan keruntuhan saham di berbagai bursa.

“Indeks Hangseng melemah 2,6%, Indeks Kospi 200 melemah 1,32%, Indeks Philliphine juga melemah 1,6% dan Shanghai melemah  1,68%,” jelasnya.

Disamping itu, mata uang Rupiah terhadap Dolar AS masih terpuruk hingga level Rp 15.000. Saat ini situasi eksternal mengalami krisis yang cukup parah, negara-negara emerging market mulai diuji ketahanannya oleh AS.

“Krisis yang melanda beberapa negara seperti Turki, Argentina, Venezuela dan menyusul Afrika Selatan perlu diwaspadai,” terangnya.

Diungkapkan Gunawan, sejauh ini pemerintah telah responsif menyikapi pelemahan Rupiah yang semakin merosot yakni melemah 7,6%. Pelemahan ini memang sangat menyulitkan para importir dan pengusaha, namun saat ini kebijakan-kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia juga butuh waktu untuk merespon pergerakannya.

“Faktor eksternal lebih cepat mempengaruhi pelemahan Rupiah. Untuk itu, masyarakat juga harus meredam kepanikannya agar Rupiah dapat menyesuaikan diri di tengah pelemahannya,” ungkapnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar