Inovasi Jelly Blueflame Stove Mahasiswa USU Juara 1 Think Efficiency

Inovasi Jelly Blueflame Stove Mahasiswa USU Juara 1 Think Efficiency

Tim Universitas Sumatera Utara foto bersama VP Technical Shell Lubricants Indonesia, Bambang Wahyudi, Selasa (20/8)

(rzp/csp)

Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:25

Analisadaily (Jakarta) - Shell kerja sama Energy Academy Indonesia (Ecadin) gelar kompetisi ide inovasi 'Think Efficiency'. Kompetisi berhadiah total Rp 150 juta ini kontribusi Shell untuk Indonesia dalam mendorong lahirnya inovator masa depan.

Tahun ini 'Think Efficiency' telah dimulai sejak 1 April 2019 dan berhasil menjaring berbagai ide inovasi dari 140 lebih peserta yang terdiri dari siswa sekolah menengah, mahasiswa, hingga kalangan profesional seperti peneliti, guru, dosen hingga profesor.

Direktur Pelumas PT Shell Indonesia, Dian Andyasuri mengatakan, setelah melalui proses penilaian yang panjang, dewan juri akhirnya memutuskan dua tim inovator Indonesia terbaik sebagai pemenang kompetisi inovasi 'Think Efficiency Award 2019'.

"Untuk kategori Energi, tim Maxwell dengan karya inovasi 'Jelly Blueflame Stove berhasil meyakinkan dewan juri dan berhak menjadi juara pertama," kata Dian, Selasa (20/8).

Tim yang beranggotakan dua orang dari Universitas Sumatera Utara (USU) ini telah berhasil menciptakan sumber energi pengganti gas LPG pada kompor berbasis gel bioethanol dan biodiesel berbahan dasar limbah tandan kosong kelapa sawit dan limbah bulu unggas.

"Kami senang dapat mengikuti dan menjuarai kompetisi ide inovasi Think Efficiency 2019. Kompetisi ini merupakan wadah yang penting bagi anak muda untuk mengkomunikasikan hasil riset dan inovasinya kepada publik," ucap Ikhwanuddin dari tim Maxwell.

Sementara untuk kategori Tribologi, juara pertama berhasil diperoleh Tim Material Research Club (MRC) dengan menampilkan karya inovasi Eco-friendly anti fouling & anti corrosion additive for marine lubricating.

Tim MRC membuat aditif co-polimer PAMA-OCP untuk pelumas kapal dengan bahan dasar minyak kelapa sawit yang dapat meningkatkan performa pelumas dan menghindari penurunan fungsi mesin.

Atas prestasinya tersebut, masing-masing pemenang berhak memperoleh hadiah sebesar Rp 35 juta dan kunjungan ke Shanghai Technologi Center di tahun 2020 untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan para ahli inovasi dari Shell.

Kompetisi inovasi 'Think Efficiency 2019' menitikberatkan penilaian pada aspek originalitas, produk, dampak dan keberlanjutan. Dua bidang yang dipilih yaitu Energi dan Tribologi, merupakan bidang kompetensi Shell.

Sinergi dengan para inovator diharapkan akan memberikan dampak besar dan positif untuk perkembangan teknologi Indonesia di masa depan agar bersiap dalam menghaaadapi tantangan energi dan menyongsong Revolusi Industri 4.0 ke depan.

Co-founder Ecadin, Syarif Riyadi, yang juga menjadi juri dalam kompetisi 'Think Efficiency 2019, mengatakan, jumlah ide yang masuk tahun ini lebih variatif dan kreatif dari tahun lalu. Banyak ide-ide besar yang aplikatif dan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

"Hal ini tentu memberikan harapan besar bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang mandiri dan unggul dalam menghadapi tantangan energi kedepan," sebutnya.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar