Ini yang akan Dilakukan Pramono Sebagai Sekretaris Kabinet

Ini yang akan Dilakukan Pramono Sebagai Sekretaris Kabinet

Sekretaris Kabinet Pramono Anung (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)

Rabu, 12 Agustus 2015 | 16:27

beliau menginginkan komunikasi dengan luar dan lembaga tinggi negara dan juga parpol bisa dilakukan lebih intensif ..."

Pramono Anung

Jakarta (ANTARA News) - Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang baru saja dilantik berjanji untuk memastikan komunikasi antara Pemerintah dengan lembaga tinggi negara dan partai politik berjalan lebih intensif.

"Kami akan membuat bahwa sebagai pembantu Presiden ini akan menjadi lebih baik dan juga beliau menginginkan komunikasi dengan luar dan lembaga tinggi negara dan juga parpol bisa dilakukan lebih intensif," kata Pramono setelah dilantik di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Pengganti Andi Widjajanto ini menyatakan sebagai pembantu Presiden yang menangani manajerial kesekretariatan presiden dan juga kabinet maka tugas paling utama adalah emperbaiki beberapa hal yang berkaitan dengan itu.

"Karena terus terang saya melihat apa yang sudah dilakukan Presiden luar biasa tapi kan masyarakat tidak semuanya memahami. Itu menurut saya yang harus dilakukan diawal," kata dia kepada wartawan. 

"Apalagi sebagai Seskab maka sudah diatur dalam Perpres Nomor 25 Tahun 2015 sehingga saya jabarkan itu dengan lebih baik. Dan juga yang lebih penting adalah berkomunikasi secara terbuka dengan teman-teman sekalian."

Ia melihat Joko Widodo sebagai Presiden dengan intensitas kerja tinggi sehingga persoalan yang berkaitan dengan kabinet harus disinkronkan dari segi waktu, administrasi kepresidenan dan keinginan pribadi Presiden.

Ia mengaku sudah sejak jauh hari diinformasikan akan menduduki jabatan ini namun secara formal baru tiga pekan lalu ditelepon soal ini.

Pramono mengaku sempat ditanya kesediaannya menerima jabatan Seskab mengingat sebagai anggota parpol maka harus mendapat izin formal dari partainya PDI Perjuangan.

"Saya sebagai anggota partai harus ada ketertiban aturan main maka saya minta hormat dulu pada Ketum PDIP Megawati, boleh atau tidak dan alhamdulilah diizinkan sehingga dengan demikian Minggu malam saya diundang beliau (Presiden) di Istana sekitar 45 menit kami ngobrol bersama. Di situ beliau menyampaikan," katanya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar