Ini Sejumlah Lokasi Digeledah KPK Terkait OTT Bupati Batubara OK Arya

Ini Sejumlah Lokasi Digeledah KPK Terkait OTT Bupati Batubara OK Arya

Pengeledahan oleh KPK.

(jw/rzp)

Sabtu, 16 September 2017 | 14:59

Analisadaily (Medan) - Selain menggeledah showroom Ada Jadi Mobil milik Sujendi Tarsono Alias Ayen, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di Kabupaten Batubara dan Kota Medan terkait operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain.

Penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik KPK, yang dibantu dengan personel Kepolisian Daerah (Polda) Sumut dilakukan pada Jumat (15/9)hingga Sabtu (16/9).

"Penggeledahan dilakukan di empat lokasi di Kabupaten Batubara dan tujuh lokasi di Kota Medan," kata Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, Sabtu (16/9).

Febri menjelaskan, empat lokasi yang digeledah, Kantor Bupati, Kantor Dinas PUPR, Rumah Dinas Bupati dan rumah kurir. Sementara tujuh lokasi di Kota Medan diantaranya adalah showroom mobil, rumah Ayen, dan kantor dari tiga tersangka lainnya.

"Terima kasih untuk kerja sama Polda Sumut dalam kegiatan ini. Sebagai bentuk saling mendukung dalam pelaksanaan tugas pemberantasan korupsi," pungkas Febri.

Untuk diketahui pada Jumat kemarin, mulai pukul 11.30 WIB hingga 18.30 WIB, dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK di showroom Ada Jadi Mobil, Jalan Gatot Subroto, Medan, dan disita sejumlah dokumen terkait OTT tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain terjaring OTT yang dilakukan oleh KPK. OTT yang diakukan terhadap OK Arya diduga terkait pengurusan sejumlah proyek di Kabupaten Batubara.

Dalam siaran persnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjabarkan kronologi penangkapan dalam OTT tersebut. Pada 12 September 2017, Bupati Batubara OK Arya meminta Sujendi menyiapkan uang Rp 250 juta rupiah yang akan diambil oleh Khairil pada 13 September di dealer mobil milik Sujendi di Kota Medan.

Pengeledahan oleh KPK. (jw)

Pengeledahan oleh KPK. (jw)

Kemudian pada 13 September 2017 sekitar pukul 12.44 WIB, Khairil masuk ke dealer mobil dan tidak lama Sujendi keluar sambil menenteng kantong plastik hitam. Tim KPK kemudian mengikuti mobil Khairil dan mengamankan mobilnya di Jalan Amplas, Kota Medan.

Dalam mobil Khairil, KPK mendapati uang tunai Rp 250 juta di kantong plastik yang diserahkan Sujendi. Tim KPK kemudian membawa Khairil kembali ke dealer mobil dan mengamankan Sujendi bersama dua karyawannya. Keempatnya lalu dibawa ke Polda Sumut untuk dimintai keterangan.

Selain Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnain KPK juga menangkap dan menetapkan empat tersangka lainnya yakni, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Helman Herdady, Pemilik Dealer Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen serta dua kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

(jw/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar