Ini Kendala Tol Medan-Binjai Belum Diresmikan

Ini Kendala Tol Medan-Binjai Belum Diresmikan

Gerbang tol Binjai

(ns/eal)

Senin, 9 Oktober 2017 | 19:47

Analisadaily (Medan) - Kepala Kanwil BPN Sumatera Utara, Bambang Priono mengatakan, pembangunan jalan tol seksi Tanjung Mulia, Jalan Kapten Sumarsono Medan sepanjang 3,3 Km masih terkendala pembebasan lahan.

Hal ini disampaikan Bambang saat meninjau pembangunan jalan tol bersama Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, Senin (9/10).

Bambang menjelaskan, awalnya para penggarap menduduki lahan sampai memiliki keturunan. Sementara tahun 1973 terbit sertifikat hak milik. Dari enam yang memiliki sertifikat baru, hanya tiga yang berhasil dijumpai tim. Tapi terakhir ada juga gugatan di pengadilan sebagai pemegang grant sultan.

"Sesuai pasal 86 UU Pengadaan Tanah kalau terjadi sengketa atau perkara maka solusinya adalah konsinyasi," kata Bambang.

Sehingga, lanjut Bambang, kalau nanti sudah konsinyasi, maka pembayaran akan dititipkan ke pengadilan. Nantinya pengadilan akan memanggil pihak yang bersengketa. Jadi kalaupun ada gugatan, siapa yang menang perkara, pihak tersebutlah yang nanti akan dibayarkan ganti rugi lahannya.

Sementara itu pimpinan proyek (pimpro) jalan tol Medan - Binjai, Hestu Budi mengatakan, untuk kondisi eksisting badan jalan sudah 100%. Hanya butuh beberapa penyempurnaan saja sebelum operasional dimulai setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

"Persiapan kita sudah 100%, kalaupun ada yang perlu disempurnakan itu kan tinggal soal kerapian, seperti rumput dan juga ada marka-marka jalan yang harus dirapikan lagi," ujar Budi.

"Begitu juga untuk penyeberangan umum juga sudah siap. Jadi ya untuk digunakan melintas, sudah 100%. Intinya kita sudah siap, apa yang dilihat masih kurang, kita akan rapikan lagi," jelasnya.

Sedangkan soal tarif dan kapan akan diberlakukan sistem pembayaran, menurut Budi hal itu masih menunggu keputusan lebih lanjut dari atasan. Meskipun diakuinya kemungkinan akan dibuka gratis sementara waktu sekaligus uji coba dan penyesuaian.

"Ada yang dibuka gratis, ada juga nanti berbayar. Jadi penyesuaian dulu, dan untuk petugas (pengelola) juga sudah ada," sebutnya.

Selain itu, pihaknya juga menyebut bahwa berdasarkan aturan yang ada, penggunaan sistem pembayaran elektronik menggunakan kartu e-Toll akan diberlakukan setelah nantinya jalan tol dibuka dan dikenakan tarif kepada pengguna jalan.

"Sesuai peraturan memang harus begitu, tidak lagi menggunakan pembayaran tunai, terpaksa e-Toll," tandasnya.

(ns/eal)

Tags :

#Tol #Lahan #Gubsu

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar