Informasi Penampakan Harimau di Desa Tongging Buat Warga Resah

Informasi Penampakan Harimau di Desa Tongging Buat Warga Resah

Harimau (Pixabay)

(jw/rzd)

Selasa, 30 Juli 2019 | 16:12

Analisadaily (Medan) - Kemunculan seekor harimau membuat khawatir warga yang berada di salah satu desa, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Akibat kemunculan 'Si Belang', masyarakat tak berani beraktivitas.

Informasi tersebut berdasarkan laporan warga. Harimau itu terlihat di Desa Tongging, Kecamatan Merek. Desa yang berbatasan dengan hutan ini lokasinya berjarak sekitar 110 Kilometer dari Medan.

"Benar, Minggu (27/7) kemarin sore kita menerima informasi dari warga dan kita respons. Sekarang masih upaya pembuktian," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Hotmauli Sianturi, Selasa (30/7).

"Tim dari Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, BBKSDA Sumut, sudah berada di lokasi. Mereka masih memverifikasi kebenaran laporan," sambungnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Raya Tarigan menuturkan, berdasarkan laporan awal yang mereka peroleh, seorang warga melihat harimau ketika sedang berada di atas pohon mangga.

"Informasi itu langsung membuat warga takut. Mereka tidak berani beraktivitas ke kebun. Akibat informasi itu, masyarakat resah dan inilah yang coba diredam," tuturnya.

Berdasarkan keterangan warga, kemunculan harimau di desa mereka merupakan yang pertama, setidaknya dalam lima dekade terakhir. Kasus kemunculan harimau terdekat diketahui ada di Desa Paropo, Kecamatan Silalahi Sabungan, Kabupaten Dairi, 25 Km dari Tongging.

"Bulan Juni lalu, warga Paropo ada yang melihat harimau. Seterusnya warga desa melakukan pembakaran dalam upaya mengusir harimau. Ada dugaan harimau berpindah ke Tongging, tapi ini masih spekulatif," ucapnya.

Berdasarkan temuan sementara di Tongging, mereka baru sebatas melihat jejak babi hutan di lokasi yang diduga tempat harimau muncul. Pelacakan masih terus berlangsung. Langkah-langkah penanganan selanjutnya, tergantung temuan yang diperoleh di lapangan.

"Langkah selanjutnya, kalau memang ada. Pasti akan melakukan antisipasi," jelasnya.

Konflik manusia dan harimau di Sumut terbilang cukup sering. Kurun waktu 2017-2019 BBKSDA mencatat 17 kasus. Selain di Karo, saat ini masih dipantau juga pergerakan harimau yang kerap muncul di wilayah perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam perkembangan terakhir harimau memangsa empat ekor kambing di Desa Batang Parsuluman, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar