Inflasi Kota Medan Sebesar 0.31 Persen

Inflasi Kota Medan Sebesar 0.31 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik Sumut, Syech Suhaimi, menjelaskan inflasi Kota Medan, Selasa (1/8)

(rzp/csp)

Selasa, 1 Agustus 2017 | 17:09

Analisadaily (Medan) - Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada Juli 2017 secara umum menunjukkan peningkatan. Hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan itu Kota Medan mengalami inflasi 0,31 persen.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi mengatakan, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,83 persen.

Kemudian bahan makanan sebesar 0,43 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,13 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 persen.

"Untuk kelompok sandang dan kelompok kesehatan mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,26 persen dan 0,04 persen," katanya, Selasa (1/8).

Dijelaskan Suhaimi, pada Juli 2017 kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan terhadap inflasi/deflasi yaitu kelompok bahan makanan 0,10 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,03 persen.

Selanjutnya kelompok sandang -0,01 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen. Sementara kelompok kesehatan serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,01 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Juli 2017 antara lain angkutan udara, cabai merah, ikan tongkol, dencis, daging ayam ras, bawang merah, dan kentang.

Persentase peningkatan harga komoditas antara lain, tarif angkutan udara naik 18,92 persen, harga cabai merah naik 8,44 persen, harga tongkol naik 8,72 persen, harga dencis naik 2,65 persen, harga daging ayam ras naik 2,38 persen, harha bawang merah naik 4,28 persen dan harga kentang naik 3,52 persen.

"Komoditas yang mengalami penurunan harha antara lain bawang putih, angkutan antar kota, wortel, kembung, minyak goreng, jeruk dan kelapa," jelasnya.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar