Indonesia Termasuk Pembeli Pertama T-50i Golden Eagle

Pesawat Jatuh di Airshow

Indonesia Termasuk Pembeli Pertama T-50i Golden Eagle

(dtc)

Minggu, 20 Desember 2015 | 17:06

detikNews - Jakarta, TNI Angkatan Udara memutuskan pembelian pesawat latih T-50i Golden Eagle yang jatuh di Yogya Airshow pada 2010. Saat itu "Elang Emas" buatan Korean Aerospace Industries (KAI) bersaing ketat dengan Yak-130 Mitten buatan Irkut, Rusia.

Ketika Indonesia akhirnya memilih T-50i, media massa di Korea ramai-ramai memberitakannya sebagai pencapaian besar. CEO KAI Kim Hong-kyung menyebutnya sebagai pencapaian fenomenal bagi Korea karena bias menang dari Italia, Rusia, dan negara lain yang lebih maju 90 tahun teknologi dirgantaranya daripada Korea.

Indonesia memang termasuk pembeli pertama Golden Eagle dari KAI. "Kesepakatan dengan Indonesia membuat Korea masuk daftar eksportir pesawat supersonik setelah AS, Rusia, Inggris, Prancis, dan Swedia," kata bos KAI Kim Hong-kyung seperti dilansir media Korea, Chosun Ilbo, pada April 2011.

Sebelumnya KAI selalu kalah bersaing, terutama dari M-346 Master buatan Alenia Aermacchi, Italia. Pada 2009, Uni Emirat Arab lebih memilih M-346 Master, begitu juga Singapura pada 2010.

Salah satu kelemahan Golden Eagle adalah harganya yang 10 persen hingga 20 persen lebih mahal ketimbang rivalnya. Menurut Chosun Ilbo, KAI berhasil menang persaingan memangkas harga menjadi US$ 25 juta. Korea juga "diuntungkan" dengan adanya Yak-130 yang jatuh pada November 2010.

Saat ini TNI AU memiliki 16 unit T-50i Golden Eagle yang mulai tiab di Indonesia pada akhir 2013. Jet tempur ini menggantikan Hawk Mk53 buatan BAE Systems Inggris yang sudah dioperasikan sejak September 1980.

Jet T-50i Golden Eagle merupakan pesawat latih kedua yang dibeli Indonesia dari Korea. Sebelumnya Indonesia membeli 12 unit KT-1 Woongbi yang juga diproduksi KAI.
(okt)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar