Indonesia Pernah Jadi 'Role Model' Kerukunan Umat Beragama Dunia

Indonesia Pernah Jadi 'Role Model' Kerukunan Umat Beragama Dunia

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, melakukan pertemuan tokoh agama di komplek HKBP Pearaja Tarutung, Taput, Sumut, Rabu (6/12)

(rzp/csp)

Rabu, 6 Desember 2017 | 12:35

Analisadaily (Tarutung) - Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin mengatakan, derajat kerukunan umat beragama di Indonesia masih sangat baik.

Bahkan, sebutnya, pada tahun 1990-an Indonesia masih menjadi 'role model' kerukunan umat beragama di dunia. Karenanya, hal tersebut harus dipertahankan.

Untuk mewujudkan semua itu, pihaknya terus melakukan kunjungan silahturahmi ke simpul-simpul umat beragama yang besar di antaranya Kantor GPI, Walubi, Matakin dan Parisada Hindu Dharma.

Untuk kali ini, pihaknua bersilaturahmi ke HKBP Pearaja Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) sekaligus menghantarkan sahabatnya, Ketua Umum Punguan Simbolon Boruna Indonesia (PSBI) Effendi MS Simbolon pulang kampung.

"Silahturahmi dan dialog antar agama sangat penting, bukan membeda-bedakan satu agama dengan agama lain, tetapi cari persamaan. Kita berbeda, mari hidup berdampingan secara damai," katanya disela-sela kunjungan di komplek HKBP Pearaja Tarutung, Rabu (6/12).

Din Syamsuddin menyebut, kunjungan kali dalam rangka bersilahturahmi antara pimpinan umat Kristen Batak Protestan, yang bertujuan untuk menguatkan kerukunan antara umat beragama.

Diakuinya, di antara umat beragama yang sering 'bermasalah' adalah antara Islam dengan Kristen, dan itu terjadi dikelompok minoritas. Ini disebabkan karena kedua agama tersebut berasal dari rumpun yang sama, yakni Ibrahim As yang lewat halus istri Siti Hajar lahir Ismail dan Nabi Muhammad (Islam) dan Siti Sarah melahirkan keturunan Yahudi dan Nasrani.

Biasanya, orang yang lahir dari keturunan yang sama sering berantam, namun dirinya tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai justifikasi. Jika ada masalah antar agama, marilah kita rajut kerukunan dari lingkaran Islam dan Kristiani.

"Dialog agama tidak melewati kebaktian peribadatan masing-masing agama. Dalam Islam, bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Maka dari itu, seyogyanya mari kita menggembirakan perayaan upacara hari besar masing-masing, tapi tetapi tidak perlu melewati peribadatan itu," tegasnya.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, melakukan pertemuan tokoh agama di komplek HKBP Pearaja Tarutung, Taput, Sumut, Rabu (6/12)

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, melakukan pertemuan tokoh agama di komplek HKBP Pearaja Tarutung, Taput, Sumut, Rabu (6/12)

Pimpinan HKPB, Ephorus Dr Darwin Lumban Tobing mengatakan, HKBP sangat mengapresiasi atas kehadiran Din Syamsuddin, yang diketahui, beliau adalah pemersatu kerukunan umat beragama secara nasional yang dipercaya Presiden Joko Widodo.

"Kita selalu menjalankan silahturahmi dengan agama Islam dan agama lainnya. Memang agama Kristen dan agama Islam berbeda, tetapi perbedaan jangan dicari-cari tetapi mencari persamaan agar terjadi kerukunan di NKRI ini," ucapnya.

Ketua Umum PSBI, Effendi MS Simbolon, mengapresiasi tinggi kehadiran Din Syamsuddin. Apalagi, sebutnya, masyarakat bisa melihat toleransi antara umat beragama dan etnik di Indonesia yang sangat tinggi.

"Sumut ini bisa menjadi 'role model' untuk di Indonesia terkait telorensinya. Dengan adanya dialog ini tentunya akan memberikan kekondusifan, keharmonisan dan nantinya perbedaan tidak akan memecahbelah kan persatuan NKRI," ungkapnya.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar