Indikasi Penggelapan Aset, Bupati Asahan Terkesan Sembunyi

Indikasi Penggelapan Aset, Bupati Asahan Terkesan Sembunyi

Kantor Taufan Centre di Jalan Mahoni Kisaran

(rel/eal)

Kamis, 14 Desember 2017 | 19:11

Analisadaily (Asahan) - Sudah tiga tahun kasus pemalsuan akta dan penggelapan aset milik pemerintah di Yayasan Pesantren Modern Daar Al-Uluum (YPMDU) Kisaran dilaporkan ke aparat penegak hukum. Namun Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang, yang merupakan terlapor dalam kasus ini, belum pernah sekalipun muncul untuk memberikan klarifikasi atas masalah tersebut.

Taufan belum pernah melakukan konferensi pers dengan awak media untuk menjelaskan perihal kasus hukum yang melibatkan dirinya tersebut.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat Asahan kenapa bupatinya 'sembunyi' dan terkesan tidak punya nyali untuk menjelaskan permasalahan tersebut kepada publik.

"Harusnya Taufan Gama Simatupang kalau memang merasa dirinya tidak bersalah, berani melaporkan balik si Afif Gurning itu, ini kok dia diam saja?" ujar tokoh masyarakat Asahan, Andi Kurnia, Kamis (14/12).

"Terlebih lagi masyarakat tahu bahwa anak dari pelapor, Afif Gurning, yang juga merupakan PNS di Pemkab Asahan sering membuat tulisan tentang kasus hukum YPMDU di media," serunya.

"Jangan berondok teruslah, karena kalau berondok, masyarakat jadi menyimpulkan memang benar Taufan Gama Simatupang melakukan pemalsuan akta dan penggelapan aset Yayasan PMDU," lanjut Andi Kurnia.

Seperti diketahui, Taufan Gama Simatupang sekitar tahun 1999 bertempat tinggal di rumah yang terletak di Jalan Mahoni No.12 A Kisaran.

Rumah yang berdiri diatas aset milik pemerintah itu awalnya dibangun dari sumbangan para donatur untuk tempat tinggal para guru yang mengajar di Pesantren Daar Al-Uluum.

"Namun kemudian rumah guru-guru pesantren itu dihancurkan dan di atasnya dibangun rumah pribadi Taufan Gama Simatupang."

"Demikian juga mess untuk guru-guru pesantren yang masih berstatus lajang di kawasan yang sama, juga dihancurkan dan dibangun gedung megah yang kemudian diberi plang nama 'Taufan Centre'," sambung Andi.

Menurut Andi, Gedung Taufan Centre itu merupakan kantor tim sukses pemenangan Taufan Gama Simatupang pada Pilkada Kabupaten Asahan tahun 2010 dan 2015.

Tetapi ketika masalah penggelapan aset lahan milik pemerintah ini dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara pada tahun 2015, Kantor Taufan Centre pun buru-buru dipindahkan ke Jalan Durian, Kelurahan Mekar Sari, Kisaran.

Sampai saat ini, Gedung Taufan Centre yang sudah dibangun megah tersebut dibiarkan kosong tanpa penghuni.

Secara terpisah, ketika awak media coba melakukan konfirmasi langsung dengan Taufan Gama Simatupang terkait hal ini, menurut salah seorang staf di Kantor Bupati Asahan, Taufan tidak masuk kantor karena sakit.

(rel/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar