Ikatan Alumni FH 89 UMA Medan Dikukuhkan

Ikatan Alumni FH 89 UMA Medan Dikukuhkan

Pengukuhan Ikatan Alumni FH 89 UMA.

(rel/rzd)

Minggu, 23 April 2017 | 08:16

Analisadaily (Medan) - Alumni Fakultas Hukum 89 Universitas Medan Area (UMA) Medan lulusan 94/95 melaksanakan satu pertemuan bertajuk reuni. Kegiatan dilaksanakan di Taman Wisata Edukasi AVROS, Medan, Sabtu (22/4).

Ajang silaturahmi yang digelar setelah 23 tahun tidak berjumpa ini juga mengukuhkan Ikatan Alumni Fakultas Hukum UMA Angkatan 89. Pengukuhan dibacakan Dekan FH UMA, DR. Utary didampingi Wakil Rektor III UMA, Ir. H. Zulkhairi Nur MP dan Ketua Alumni FH UMA Medan, Syafaruddin Lubis SH. Sebagai ucapan terima kasih, panitia pelaksanaan reuni alumni memberikan sebuah plakat berbingkai emas.

Ketua Panitia Alumni FH 89 UMA Medan, Agus Rumapea, SH, mengungkapkan, 23 tahun adalah satu awal keberkahan. Bila telah dilewati, niscaya keberkahan berikutnya bakal mengikuti.

“Reuni bertujuan agar para alumni FH 89 UMA Medan semakin meningkatkan komitmen untuk berbenah, berdedikasi, berbakti dan peduli terhadap Almamater dan staf pengajarnya, dosen pemberi Ilmu, sesama Alumni serta masyarakat sekitarnya,” kata Agus.

Koordinator Reuni Alumni FH UMA 89, Lihardo Sinaga, SH, menambahkan, silaturahmi menjadi dasar terjadinya reuni. Setidaknya kehadiran para alumni dari berbagai kota di Indonesia membuktikan ajang ini adalah hal yang paling dirindukan para alumni.

“Khususnya alumni yang datang dari Jakarta, NAD, Riau, Kepri dan utamanya dari Sumatera Utara, yaitu Medan,”ucapnya.

Wakil Rektor III UMA, Ir. H. Zulkhairi, dalam pidatonya menyebut, reuni yang digelar alumni FH UMA angkatan 89 ini merupakan sejarah. Pasalnya, tidak semua alumni UMA yang melakukan kegiatan seperti ini.

“Alumni fakultas yang memiliki alumni berdinamika dan semangat membangun silaturahmi hanya dimiliki alumni fakultas hukum,” ungkapnya.

Seluruh Fakultas Akreditasi B

Dalam kegiatan reuni tersebut, Zulkhairi juga menyampaikan, semua fakultas di UMA sudah mendapat akreditasi B. Setidaknya di antara 263 perguruan tinggi swasta di Sumut, semua prodi di UMA terakreditasi B. Berdasarkan data mahasiswa terakhir, tercatat jumlah mahasiswa S1 ditambah mahasiswa pasca sarjana mencapai 10.000.

“UMA telah mendapat sebutan PTS sehat. Artinya, rasio mahasiswa dan dosen telah setara. Kami dua tahun sekali selalu mengevaluasi kurikulum, juga dua tahun sekali mengevaluasi alumni,” terangnya.

Selain sebagai sarana nostalgia, pelepas kerinduan dan penyambung kembali tali silaturahmi yang telah direntangkan oleh waktu, reuni ini juga sebagai sarana pengikat untuk berbakti dan berdedikasi terhadap almamater dan staf pengajar, dosen pemberi Ilmu, dan masyarakat sekitar. Begitu juga sebagai sarana refleksi, evaluasi serta introspeksi untuk meningkatkan diri ke derajat dan martabat yang lebih tinggi.

Hal itu pun diaminkan Letkol CPM Hasanuddin SH, MH, salah satu alumni FH UMA angkatan 89 yang hadir. Hasanuddin merasa haru, apalagi saat pertama kuliah, mereka adalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat itu diakuinya sebagai anak yang masih bau kencur, mereka belajar untuk menjadi mahasiswa.

“Maha itu bukanlah kata yang tak memiliki makna, tapi diartikan sebagai tinggi. Artinya kami belajar menjadi siswa yang lebih dari anak SMA. Bagaimana kelucuan dan ejekan kami lakukan sesama kami, seperti itu lah saat ini,” tandasnya.

Ditegaskannya, ajang ini mempertemukan rasa persaudaraan sesamanya tanpa memandang tingginya jabatan dan posisi para alumni. Ini juga lah pesan penting dari penyelenggaraan kegiatan ini. Mewariskan sikap-sikap kearifan lokal kepada generasi muda, agar selalu rendah hati.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar