Ijeck: Semua Pihak Siap dan Waspada Sambut Lebaran

Ijeck: Semua Pihak Siap dan Waspada Sambut Lebaran

(Foto: Istimewa)

(rel/rzd)

Kamis, 30 Mei 2019 | 16:24

Analisadaily (Medan) - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah atau biasa disapa Ijeck, meminta semua pihak untuk siap dan waspada jelang Leabaran atau Idulfitri 1440 H. Hal ini diungkapkannya saat Rapat Koordinasi Penggalangan Cipta Keamanan Sumatera Utara Jelang Perayaan Idulfitri 1440 H beberapa waktu lalu.

“Kita semua harus siap dan waspada menyambut Lebaran. Saya tahu, saudara-saudara sekalian sudah terbiasa menghadapi hal ini, tetapi kita tidak boleh lengah dan harus siap selalu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Ijeck, ditulis Analisadaily.com, Kamis (30/5).

Ijeck juga berharap pihak terkait untuk memperhatikan lebih detail persiapan Lebaran, seperti menyiapkan truk derek di wilayah-wilayah rawan, alat berat di wilayah rawan longsor, kesiapan tenaga medis, dan juga jalan-jalan yang dilintasi kereta api.

“Saya lihat rel kereta api sering memperlambat laju kendaraan, sehingga terjadi macet. Hal penting lainnya, tenaga medis kita. Jangan pula nanti karena siap sedia dan waspada terus menerus malah jatuh sakit yang menjaga,” ucapnya.

Hal lain yang menjadi perhatian Ijeck adalah listrik. Menurutnya frekuensi mati lampu di Nias sangat tinggi, sehingga menyulitkan masyarakat di sana, terutama saat Ramadan. Ini menjadi perhatian Ijeck karena baru saja melakukan kunjungan kerja ke Nias.

“Hampir semua kepala daerah di sana mengeluhkan mati lampu, masyarakatnya juga. Kata mereka satu hari bisa 7 kali sampai 10 kali mati lampu di sana. Tolong PLN ini bisa diatasi, ini sangat mengganggu mereka,” tegasnya.

Untuk bahan pokok di Sumut cukup terjaga. Berdasarkan laporan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Zonny Waldi, kebutuhan bahan pokok masih terjaga, bahkan surplus kecuali bawang merah.

Bahan pangan yang surplus antara lain beras sebesar 22.942 ton dan panen masih berjalan, minyak goreng surplus 240.271 ton, daging sapi surplus 3.716 ton, cabai merah surplus 1.113 ton. Sedangkan untuk stok gula kristal putih masih sebesar 23.00 ton, garam 26.500 ton.

“Semua stok pangan kita cukup, bahkan surplus untuk menyambut Lebaran tahun ini. Hanya saja bawang merah perlu kita perhatikan karena stoknya kurang. Kita akan memasok bawang merah dari Pulau Jawa, tepatnya Brebes sehingga ini bisa teratasi,” sebut Zonny Waldi.

Masalah lalu lintas, pihak Kepolisian bekerja sama dengan Dnas Perhubungan untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan baik darat, udara dan laut. Dinas Perhubungan sedang melakukan ramp chek untuk angkutan umum, termasuk kendaraan penyeberangan sungai, danau dan laut.

Pihak kepolisian juga menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di daerah-daerah strategis untuk memberikan kenyamanan kepada pemudik. Diperkirakan ada 1.741.923 warga Sumut yang akan melakukan mudik, 68 persen. Dari jumlah tersebut mudik antar kabupaten/kota provinsi Sumut.

Kepala Dinas Perhubungan, Abdul Haris Lubis mengatakan, start mudik akan dimulai  tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2019, dan arus balik dari tanggal 8 hingga 19 Juni 2019. Hal pertama dilakukan adalah ramp chek, kemudian membatasi waktu operasional mobil barang, dan membuat posko alat berat serta petugas transportasi.

“Kita memperkirakan puncak mudik itu pada tanggal 31 Mei atau H-5 dan puncak arus balik 9 Juni atau H+3. Kita sudah mempersiapkan ini semua, dan melakukan inspeksi agar tidak ada lagi kelebihan muatan pada angkutan-angkutan umum demi keselamatan bersama,” terangnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar