Ijeck: Edukasi Lingkungan Harus Dimulai Sejak Dini

Ijeck: Edukasi Lingkungan Harus Dimulai Sejak Dini

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah

(jw/rzd)

Kamis, 5 September 2019 | 17:36

Analisadaily (Medan) - Pelestarian lingkungan sangat penting bagi kelangsungan hidup generasi mendatang, karena itu edukasi tentang lingkungan harus dimulai sejak dini. Pelestarian lingkungan juga menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam membangun daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah atau biasa disapa Ijeck, saat membuka secara resmi 9th Indonesia Climate Change Forum & Expo 2019 yang ditandai dengan pemukulan gong di Kota Medan.

"Wawasan lingkungan diintegrasikan dalam pelajaran-pelajaran sekolah. Sehingga, anak-anak kita sejak dini terbiasa dengan semangat melestarikan lingkungan," kata Ijeck, Kamis (5/9).

Ijeck mengaku bersyukur acara besar ini bisa dilaksanakan di Sumut untuk yang kedua kali. Melalui pameran dan expo, masyarakat Sumut bisa meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pelestarian lingkungan dan perubahan iklim yang saat ini menjadi isu global.

"Kita gencar menyusun dan menjalankan program-program berkelanjutan dan ramah lingkungan. Sudah kita lakukan normalisasi sungai dan kita lakukan imbaun agar masyarakat tidak tinggal di daerah yang rawan-rawan bencana," terangnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) Agus Justianto mewakili Menteri KLHK RI menyampaikan, tujuan diselenggarakannya acara untuk menyosialisasikan wawasan dan pemahaman tentang perubahan lingkungan.

Apalagi Indonesia bertekad untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 29 persen. Dari sektor kehutanan sebanyak 17 persen, energi 11 persen, dan sampah 1 persen.

"Koordinasi dan partisipasi aktif antara daerah dan pusat menjadi penting suksesnya perjuangan melawan perubahan iklim," jelas Agus.

Kepala Biro Humas KLHK, Zaki Wicaksana, selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan, acara yang telah dilaksanakan selama sembilan kali ini akan berlansung selama tiga hari.

"Acara ini dimulai hari ini yakni tanggal 5 sampai 7 September 2019. Mengangkat tema ‘Future Climate and Me’ acara ini juga terintegrasi dengan pelaksanaan Pekan Lingkungan Hidup Provinsi Sumut," tambahnya.

Stakeholder Manager Esron Siringoringo menjelaskan tentang AQUA Life kepada Kepala Biro Humas KLHK, Djati Witjaksono Hadi (hers)

Stakeholder Manager Esron Siringoringo menjelaskan tentang AQUA Life kepada Kepala Biro Humas KLHK, Djati Witjaksono Hadi (hers)

Danone-AQUA yang ikut dalam even ini memperkenalkan AQUA Life, Inovasi terbaru Danone-AQUA yang menggunakan kemasan plastik 100 persen hasil daur ulang. Dua pabrik Danone-AQUA di Sumatera yang berlokasi di Berastagi dan Langkat, ikut berpartisipasi.

Stakeholder Relation Manager Pabrik AQUA Berastagi, Esron Siringoringo menyebut, pihaknya mengedukasi masyarakat untuk dapat lebih bijak menggunakan kemasan plastik. Aksi ini sekaligus menjadi bagian dari gerakan #BijakBerplastik yang menggarisbawahi tiga komitmen untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di Indonesia.

"Diperlukan perubahan pola pikir dari model ekonomi linear menjadi sirkular, di mana botol plastik harus dimaknai sebagai sesuatu yang berharga dan dapat digunakan kembali sebagai bahan baku, termasuk bahan baku untuk botol baru," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, pabrik AQUA Berastagi dan Langkat menampilkan sejumlah inisiatif pelestarian lingkungan yang sudah ada dan terus dilakukan secara berkesinambungan, termasuk konservasi di Danau Toba yang membuat pabrik AQUA Berastagi memperoleh penghargaan dari KLHK.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar