Ijeck Apresiasi Deklarasi Anti Hoaks & Anti Kekerasan Kemenag Sumut

Ijeck Apresiasi Deklarasi Anti Hoaks & Anti Kekerasan Kemenag Sumut

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah atau biasa disapa Ijeck. (FOTO: Istimewa).

(rel/rzd)

Senin, 25 Maret 2019 | 18:27

Analisadaily (Deli Serdang) - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau biasa disapa Ijeck, mengapresiasi baik Deklarasi Anti Hoaks dan Anti Kekerasan yang diinisiasi oleh jajaran Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara. Pasalnya hoaks atau berita bohong dapat menjadi fitnah yang bisa memecah belah bangsa.

Hal itu disampaikannya pada acara menyambut hari Amal Bakti Kementerian Agama (Kemenag) ke-73 dengan menggelar Deklarasi Anti Hoaks dan Anti Kekerasan di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut, Jalan Williem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang.

“Hal seperti ini akan mewujudkan Sumut aman dan bebas dari isu-isu berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) serta ujaran kebencian. Insya Allah dengan kesepakatan dan kebulatan tekat kita semua, Sumut terjaga dan terhindar dari berita hoaks dan kekerasan,” kata Ijeck, Senin (25/3).

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Provinsi Sumut berkeinginan agar Sumut senantiasa kondusif, aman, dan kehidupan masyarakatnya maju, sejahtera, dan bermartabat.

“Untuk itu mari kita tingkatkan kewaspadaan, ketelitian dan harus menelusuri betul setiap informasi yang tersebar. Apabila kita mudah saja percaya dan ternyata itu berita hoaks, berarti kita telah menjadi korban dan tidak saja merugikan diri sendiri, tapi juga orang lain,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Kepala Wilayah Kementerian Agama Sumut,  Iwan Zulhami. Dikatakannya, hoaks jika ditinjau dalam prespektif agama, khususnya dalam sejarah agama Islam telah disebutkan menjadi penyebab pertama guncangan besar bagi tatatan keislaman yang telah dibangun Nabi Muhammad SAW.

Hal itu terjadi saat terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan yang kemudian disebut sebagai peristiwa Al Fitnah Al Kubra (Fitnah Besar). Saat itu umat Islam saling menebar berita bohong tentang  pembunuhan Khalifah Utsman untuk kepentingan politik, sehingga terjadi perpecahan dalam sejarah Islam yang bermuara pada peperangan antara Ali dan Muawiyah.

“Kemudian lahirlah sekte-sekte dalam Islam. Oleh karena itu, tidak aneh jika Sayidina Ali kemudian menasehati umat Islam agar jangan mau berada dalam kekacauan tersebut, lantaran terprovokasi berita bohong,” katanya.

Oleh karena itulah, lanjut Kakanwil Kementerian Agama Sumut menjelaskan, kondisi saat ini terutama menjelang Pemilu tanggal 17 April 2019, banyak ditemui di media sosial berita hoaks dan ujaran kebencian yang tidak bertanggungjawab.

“Mari kita bersama siswa madrasah se-Sumut, satu kata menolak hoaks dan ujaran kebencian serta fitnah dengan dalih apapun. Kita menginginkan Pemilu berjalan damai, jujur dan adil. Kegiatan ini diikuti oleh 17.419 siswa madrasah tingkat Tsanawiyah dan Aliyah,” ujarnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar