IHSG Melejit di Tengah Pelemahan Bursa Global

IHSG Melejit di Tengah Pelemahan Bursa Global

Ilustrasi (Pixabay)

(rel/rzd)

Kamis, 23 Mei 2019 | 17:30

Analisadaily (Medan) – Kekisruhan yang terjadi membuat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhenti dan melemah tipis. Hal ini ditambah dengan adanya pemblokiran sosial media yang resmi dilakukan oleh pemerintah untuk membatasi penyebaran hoaks, justru berdampak kepada gangguan kepentingan publik terutama bisnis online masyarakat.

“Banyak yang mengeluhkan kegagalan dalam mengirim video dan gambar di sosial media mengganggu distribusi barang pedagang bisnis online ke konsumen. Saya kira pemerintah dapat menyudahi pembatasan media sosial tersebut karena secara ekonomi juga merugikan masyarakat luas,” kata Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin, Kamis (23/5).

Gunawan menyebut, menyoroti aksi demonstrasi yang dilakukan di Jakarta, sejumlah perusuh yang melakukan aksi demonstrasi sangat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya. Demonstrasi ini mengganggu siklus perekonomian dan bisnis di wilayah sekitar, pasalnya sejumlah akses diberhentikan dan kegiatan perdagangan bahkan pemerintahan sebagian diberhentikan hingga hari ini.

“Aktivitas ekonomi masyarakat terganggu, investor juga banyak yang lebih memilih keluar dari pasar keuangan di perdagangan kemarin. Untuk itu, sebaiknya kita menyudahi aksi demonstrasi yang nyatanya ditunggangi sejumlah pihak anarkis, yang memanfaatkan keadaan untuk membuat kerusuhan. Kita harapkan proses gugatan ke MK yang dilakukan ke depan berjalan kondusif,” sebutnya.

Menurut Gunawan, meski kondisi politik masih belum sepenuhnya stabil, hal ini tidak menghalangi penguatan saham hari ini. Pelaku pasar kembali masuk ke pasar keuangan setelah aksi anarkis yang berlangsung malam kemarin masih mampu dikendalikan oleh pihak yang berwajib.

Sementara itu, secara historical, pasca Pemilihan Presiden biasanya IHSG bergerak menguat. Hal ini disinyalir adanya semangat baru dari investor saham mengenai prospek ekonomi ke depannya.

Perdagangan saham hari ini mengalami penguatan yang cukup tajam di tengah pelemahan mayoritas saham di berbagai bursa Global. IHSG justru mampu menembus level 6000 hingga ditutup menguat 93 poin atau naik 1,56% di level 6.032. Level tertinggi IHSG berada di level 6.044 dan terendah berada di level 5.942.

“Begitu pun dengan nilai tukar Rupiah yang berhasil menguat terhadap Dolar AS. Rupiah berhasil naik 0,2 persen menjadi terbaik kedua di Asia setelah Bath. Saya kira pasar uang telah merespons kebijakan BI sehingga Rupiah mampu terangkat di kisaran level Rp.14.450/USD,” terangnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar