IHSG Ditutup Turun 22 Poin, Melemah 0,344% di Level 6.436

IHSG Ditutup Turun 22 Poin, Melemah 0,344% di Level 6.436

Ilustrasi (Pixabay)

(rel/rzd)

Selasa, 29 Januari 2019 | 17:06

Analisadaily (Medan) - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (29/1), ditutup melemah mengikuti pelemahan indeks saham global. IHSG ditutup turun 22 poin atau melemah 0,344% di level 6.436. IHSG diperdagangkan di rentang yang sempit, yakni antara level 6.428-6.485.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, pelemahan mayoritas saham global, baik Asia dan Wall Street seiring dengan kasus yang menimpa perusahaan telekomunikasi China terbesar, yakni Huawei Technologies Co Ltd China yang dituduh melakukan pelanggaran sanksi AS terhadap Iran serta mencuri teknologi robotic dari operator T-Mobile US Inc memberikan sentimen negatif hubungan AS dengan China.

“Meskipun perang dagang AS dengan China mulai membaik pasca diberhentikan sementara selama 90 hari oleh kedua pihak, namun kasus ini mengkhawatirkan pelaku pasar dapat mengganggu situasi pertemuan antara AS dengan China yang akan membahas tentang keberlangsungan dagang saat ini,” kata Gunawan.

Indeks saham Asia mengalami pelemahan, Indeks Shanghai melemah 0,1%, Shenzhen Stock Exchange turun 1,14%, Indeks Hangseng melemah 0,16%, Indeks STI turn 0,3% dan KL Stock Exchange melemah 0,42%.

Di samping itu, bursa saham Wall Street juga melemah seiring dengan melemahnya saham Caterpillar, produsen alat berat terbesar di dunia. Laba kuartalan perusahaan tersebut melemah karena kurangnya permintaan di China dan kenaikan biaya produksi.

“Adanya pelemahan saham Caterpilar ini membuat Indeks Dow Jones tercatat turun 0,845%, Nasdaq turun 1,1%, NYSE turun 0,66% dan S&P 500 turun 0,78%,” terangnya.

Di sisi lain, nilai tukar mata uang Rupiah mengalami pelemahan terhadap Dolar AS. Rupiah meleset turun  0,4% di kisaran level Rp 14.125. Rupiah gagal berada di bawah posisi Rp 14.000/USD. Kurangnya sentimen dalam negeri mendorong adanya aksi profit nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

“Saat ini nilai tukar AS juga masih cenderung melemah terhadap mata uang utama lainnya,” terangnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar