IHSG Ditutup Naik 9,6 Poin Atau 0,14 Persen

IHSG Ditutup Naik 9,6 Poin Atau 0,14 Persen

Ilustrasi (Pixabay)

Senin, 22 Januari 2018 | 17:32

Analisadaily (Medan) - Mengawali pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan. IHSG ditutup naik 9,6 poin atau sebesar 0,14% pada level 6.500,52. Level tertinggi IHSG berada pada level 6.529,2 dan level terendah berada pada level 6.484,12.

“Frekuensi transaksi pada hari ini sebanyak 388.925 dengan nilai transaksi sebesar Rp 9.366 Triliun,” kata Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin, Senin (22/1).

Meskipun pemerintahan Amerika Serikat sedang tutup (government shutdown) namun hal itu tidak berpengaruh terhadap pergerakan IHSG, yang justru menguat dan menunjukkan performa terbaiknya mencapai 6.500-an.

Tidak hanya IHSG, pergerakan bursa yang berada di Amerika Serikat juga tidak terlalu berpengaruh atas kebijakan Government Shutdown ini, di mana Dow Jones Industrial Average justru ditutup naik pada perdagangan kemarin sebesar 0,207%, Nasdaq Composite naik 0,553%, New York Stock Exchange naik 0,515 dan S&P 500 naik 0,439%.

Tampaknya Government Shutdown ini sudah dianggap biasa oleh investor. Di Amerika serikat sendiri, Government Shutdown sudah terjadi beberapa kali dan terakhir terjadi saat pemerintahan Barack Obama tahun 2013.

“Penutupan pemerintahan ini mengakibatkan kegiatan beberapa sektor di Amerika Serikat terhenti sampai pemerintah memutuskan untuk mengaktifkan kembali pemerintahan Amerika Serikat,” sebut Gunawan.

Namun apabila Government Shutdown ini berlangsung lama, maka akan menghambat pertumbuhan Dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang negara lainnya. Tak hanya itu, Apabila hal ini terus menerus terjadi akan mengganggu kegiatan usaha dan perdagangan dari beberapa sektor.

“Yang nantinya akan mempengaruhi pergerakan bursa saham Amerika Serikat,” ucapnya.

Nilai tukar mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini pun melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah ditutup pada Rp 13.352 per Dolar Amerika Serikat.

“Pelemahan ini diyakini hanya bersifat sementara karena ekonomi dalam negeri sendiri dalam keadaan stabil dan pemerintah akan melakukan 5 langkah strategi pengendali inflasi guna menjaga inflasi sesuai sasarannya,” tandasnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar