IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

Ilustrasi.

Jumat, 12 Oktober 2018 | 16:35

Analisadaily (Medan) - Nilai tukar mata uang Rupiah mengalami penguatan di kisaran level 15.187. Pada hari ini, Jumat (12/10), Rupiah berbalik arah setelah mengalami kejatuhan yang cukup dalam di atas level 15.305.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, kondisi Rupiah saat ini sangat jauh dari nilai fundamental yang seharusnya. Penguatan Rupiah hari ini seiring dengan mulai berkurangnya tekanan beli Dolar AS di pasar uang.

“Meskipun peluang pelemahan Rupiah masih terbuka lebar seiring dengan sentimen akan naiknya suku bunga The Fed pada akhir tahun nantinya, Rupiah diharapkan dapat bertahan di bawah level 15.000,” kata Gunawan.

Mengingat dengan adanya Pertemuan IMF-World Bank di Bali, dapat memberikan solusi cerdas bagi perekonomian dunia secara global. Di tengah ancaman perang dagang AS dan China yang kian memanas, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melalui pidatonya mengingatkan kepada setiap pemimpin dan peserta yang ada untuk tidak perlu mengikuti alur skenario Game of Thrones yang mengedepankan kompetisi dan rivalitas.

“Saya kira ini sesuatu cara yang unik untuk mengingatkan setiap pemimpin negara dan tamu yang hadir sebagai perwakilan negara untuk lebih mengedepankan ekonomi bersama. Saya kira pidato ini menjadi sentilan bagi AS dan China akan perang dagang yang tengah berlangsung sampai saat ini, karena tak ada yang menjadi pemenang dan yang kalah dalam perang dagang AS dan China,” terangnya.

Gunawan menyebut, pertemuan IMF yang diselenggarakan di Bali diharapkan memberikan manfaat dan keuntungan yang cukup signifikan bagi Indonesia. Tidak hanya bidang ekonomi, namun juga pendidikan dan kesehatan.

“Diharapkan pula adanya pertemuan IMF ini menggenjot investasi asing untuk masuk ke Indonesia, sehingga ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih cepat,” sebutnya.

Di sisi lain, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga memberikan hasil yang cukup baik, IHSG Rebound dari pelemahan perdagangan kemarin. IHSG dibuka menguat dan berada di teritori positif. IHSG bergerak naik 53 Poin atau naik 0,94% di level 5.756 level tertinggi IHSG berada di level 5.788 dan level terendah berada di level 5.722.

Kenaikan IHSG didukung oleh seluruh sektor saham yang menguat. Penguatan tertinggi dicapai oleh sektor kinfrastruktur yang menguat 2% diikuti oleh sektor keuangan naik 1,68%. Tak seperti Bursa Asia yang mengalami Rebound setelah melemah kemarin, Bursa Wallstreet masih berada di teritori negatif, dimana aksi jual masih melanda saham-saham di Amerika.

“Indeks Dow Jones melemah 2,133%, Indeks Nasdaq melemah 1,25%, Indeks NYSE melemah 2,16% dan Indeks S&P 500 melemah 2%. Saya menilai pelemahan yang terjadi di Bursa Wallstreet seiring pengalihan investasi yang dilakukan para investor saham di AS,” jelas Gunawan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar