Ibu Ani dan Panggilan 'Bang Jend' Untuk Hinca

Ibu Ani dan Panggilan 'Bang Jend' Untuk Hinca

SBY dan Ani Yudhoyono

Sabtu, 1 Juni 2019 | 12:53

Analisadaily - Meninggalnya Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono menyisakan kesedihan bagi segenap bangsa Indonesia.

Mantan ibu negara selama 10 tahun itu tutup usai di National University Hospital, Singapura, Sabtu (1/6), sekitar pukul 11.50 waktu setempat.

Selama tiga bulan terakhir, Ani Yudhoyono harus dirawat secara intensif di National University Hospital akibat mengalami kanker darah. Bahkan beberapa hari lalu kondisinya sempat menurut dan tak sadarkan diri.

Sejumlah keluarga, kerabat dekat dan pengurus Partai Demokrat berkumpul di rumah sakit tempat Ani Yudhoyono menghembuskan napas terakhirnya. Rencananya jenazah beliau akan dishalatkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan bahwa Ani Yudhoyono merupakan sosok 'ibunda politik' bagi seluruh kader Demokrat. Perhatiannya kepada kader cukup besar hingga ia bisa menghafal satu per satu nama mereka.

"Jadi kalau kita ketemu dengan Ibu Ani, beliau itu langsung sebut nama kita. Misalnya, 'Hai Hilda apa kabar?' Karena beliau itu kenal nama kita satu per satu. Makanya kami semua kader Partai Demokrat memanggil beliau dengan sebutan ibunda," kenang Hinca.

Lebih jauh Hinca menceritakan kenangan terakhirnya ketika tour ke Sumatera Utara dan Aceh sebelum Ani Yudhoyono mengeluhkan sakit dan dirawat di Singapura.

Pada bulan Januari lalu Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Sumut dan Aceh. Dalam agendanya tersebut Ani Yudhoyono juga ikut serta.

Menurut Hinca, SBY dan Ani Yudhoyono sempat singgah ke rumahnya di Kabupaten Asahan dan bertemu dengan ibundanya.

"Ketika itu beliau bilang, Bang Jend, kita mau ke Sumut. Lalu ketika berkunjung ke Kabupaten Asahan, ibu dan Pak SBY datang ke rumah saya dan bertemu dengan ibu saya yang sudah berusia 87 tahun. Itu kenangan yang tidak akan saya lupakan," sebut Hinca.

Memori indah lain yang diingat Hinca adalah panggilan Bang Jend yang diberikan Ani Yudhoyono kepadanya yang kemudian diikuti oleh seluruh kader Partai Demokrat, termasuk SBY.

"Beliau itu sosok yang penuh disiplin dan kesetiaannya terhadap Pak SBY patut ditiru oleh semua orang. Beliau selalu mencatat apa yang dia lihat, dia dengar dan dia rasakan. Dengan pulpen khusus empat warna miliknya, saya saja kadang kala kewalahan mengikuti beliau dalam mencatat segala hal yang dilakukan dan dikatakan Pak SBY," papar Hinca.

Andi Mallarangeng dan Nasi Goreng Ani Yudhoyono

Sementara Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, mengaku punya banyak kenangan dengan Ani Yudhoyono.

Hobi beliau dalam dunia fotografi membuat banyak orang di sekelilingnya, termasuk Andi yang diberi hadiah foto dengan bingkai yang dirancang sendiri oleh Ani Yudhoyono.

"Jadi beliau itu suka diam-diam ambil gambar kita, kemudian beliau frame, lalu dikasih tanda tangan beliau, lalu diberikan kepada kita. Foto saya yang diambil Ibu Ani tersebut sampai sekarang saya pajang di rumah saya," kata Andi.

Andi yang juga merupakan kader Partai Demokrat mengaku senang jika dibuatkan nasi goreng oleh Ani Yudhoyono. Menurutnya nasi goreng buatan Ani Yudhoyono memiliki cita rasa khas.

"Iya nasi goreng buatan beliau sungguh nikmat. Konsepnya nasi goreng kampung, pakai ikan asin dan petai, namun sangat nikmat," sebut Andi.

Seperti diketahui, Ani Yudhoyono wafat di usia 67 tahun dengan meninggalkan mantan presiden SBY, dua orang anak, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono, dua menantu, serta empat orang cucu.

Rencananya jenazah Ani Yudhoyono akan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dan tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Minggu (2/6) pukul 08.00 WIB.

Kemudian jenazah akan disemayamkan di Cikeas, sebelum dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar