HMI Bantah Aksi Dukung Kapolres Asahan

HMI Bantah Aksi Dukung Kapolres Asahan

Ketua Umum HMI Cabang Kisaran, Adytio Setiawan

(eal)

Jumat, 9 Februari 2018 | 15:26

Analisadaily (Asahan) - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kisaran membantah ikut terlibat aksi mendukung AKBP Kobul Syahrin Ritonga agar tetap bertahan menjadi Kapolres Asahan yang dilaksanakan di depan Mapolres Asahan, Jumat (9/2).

Ketua Umum HMI Cabang Kisaran, Adytio Setiawan menegaskan, kalau ada yang membawa-bawa nama HMI Cabang Kisaran dalam aksi tersebut, itu tidak benar.

"Saya membantahnya, tidak benar HMI mendukung Kapolres agar tetap bertahan. Kami justru mendorong agar kasus yang melibatkan beliau segera diusut tuntas," tegas Adytio Setiawan.

Adytio malah meminta Kapolda Sumut, Irjen Pol. Paulus Waterpauw, agar mengusut dugaan kasus tangkap lepas terhadap bandar narkoba yang santer beredar belakangan ini.

"Saya selaku Ketua HMI Kisaran tidak pernah mengeluarkan statement atau pernyataan aspirasi yang beredar saat ini tentang memuji kinerja Polres Asahan dalam memberantas narkoba. Malah kita mau mempertanyakan kinerja Kapolres Asahan seperti pemusnahan sabu di Polsek Simpang Empat pada September 2017 yang tidak memiliki hasil uji laboratorium forensik cabang Medan," jelasnya.

Menurutnya, untuk mengambil keputusan di HMI, ada mekanismenya, yakni melalui rapat-rapat resmi. "Jadi tidak seenaknya membawa bendera HMI melakukan aksi menolak atau mendukung. HMI Cabang Kisaran meminta Kapolres Asahan atau pun orang yang bertanggungjawab dalam aksi dukungan tersebut memberikan klarifikasi kepada organisasi dan publik," imbaunya.

Di akhir keterangannya, Adytio Setiawan meminta Kapolda Sumut agar segera menanggapi tuduhan tangkap lepas yang dilakukan Kapolres Asahan AKBP Kobul Ritonga.

"Ya paling tidak jabatannya dicopot apabila terbukti, itu sudah layak," tegasnya.

Sebelumnya, puluhan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Asahan sebagai bentuk dukungan terhadap Kapolres karena dinilai positif terhadap kinerjanya. Peserta aksi mengaku dari HMI Cabang Kisaran dan Gerakan Anti Narkoba (Granat) Kabupaten Asahan.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk aksi tandingan atas aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kumpulan Anak Perantau Asahan (KAPAS) di Mapolda Sumut yang meminta Kapolres Asahan dicopot dari jabatannya dan diperiksa karena melakukan lepas tangkap terhadap bandar narkoba.

Bandar narkoba tersebut ditangkap di Bagan Asahan dan pemusnahan barang bukti sabu-sabu sebanyak 1,2 kilogram diduga palsu karena tidak melibatkan tim laboratorium forensik.

(eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar