Hingga Kini Basarnas Masih Lakukan Pemantauan di Danau Toba

Hingga Kini Basarnas Masih Lakukan Pemantauan di Danau Toba

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan

(jw/eal)

Sabtu, 14 Juli 2018 | 19:46

Analisadaily (Samosir) - Meski pencarian korban dan bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun sudah resmi dihentikan, namun tim Basarnas masih terus melakukan pemantauan di Danau Toba.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan, timnya terus melakukan pemantauan di Danau Toba bila ada ditemukan jenazah dari korban KM Sinar Bangun. Namun sampai saat ini belum ada lagi jenazah korban yang ditemukan.

"Pemantauan masih kita lakukan di Pos Pemantau Parapat ‎ untuk korban KM Sinar Bangun sampai saat ini," kata Budiawan, Sabtu (14/7).

Budiawan menjelaskan, tim tetap beroperasi melakukan pemantauan dilengkapi dengan peralatan, sejumlah kapal dan speed boot.

"Untuk pemantau akan berakhir saya tidak tahu, menunggu dari Basarnas di Jakarta. Bapak Kepala Basarnas nanti menyatakan kapan akan pemantau itu dihentikan," jelasnya.

Budiawan menuturkan bahwa pemantau dilakukan untuk mengantisipasi bila ada informasi dari masyarakat atas ditemukan jenazah korban dan benda-benda lainnya dari KM Sinar Bangun di Danau Toba

‎"Kita terus memantau, belum ada perintah, terus kita lakukan pemantauan itu‎," tuturnya.

Untuk diketahui, sampai dihentikannya pencarian korban dan bangkai KM Sinar Bangun di Danau Toba, tim SAR Gabungan baru mengevakuasi 24 orang, yakni 21 orang dievakuasi dalam keadaan selamat dan 3 orang dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 164 orang masih dinyatakan hilang di Danau Toba.

Pihak kepolisian sudah menetapkan 5 tersangka dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, yakni Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir, Nurdin Siahan dan Nakhoda KM Sinar Bangun, Poltak Soritua Sagala.

Kemudian Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Golpa F. Putra, Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan (ASDP) Kabupaten Samosir, Rihad Sitanggang dan anggota Kapos Pelabuhan Simanindo, Karnilan Sitanggang.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 302 dan/atau 303 UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran Jo Pasal 359 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar