Hindari Pemadaman Listrik, Edy Rahmayadi Minta PLN Siaga 24 Jam

Hindari Pemadaman Listrik, Edy Rahmayadi Minta PLN Siaga 24 Jam

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. (Foto: Istimewa)

(rel/rzd)

Selasa, 14 Mei 2019 | 12:06

Analisadaily (Medan) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar pemadaman listrik tidak terjadi lagi di Kota Medan dan sekitarnya. Untuk itu, PLN diminta benar-benar siaga 24 jam.

Hal ini disampaikan Edy saat bertemu dengan PLN dan Pertamina Gas di ruang rapat Kantor Gubernur Sumatera Utara, Lantai 10, Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30, Kota Medan, Senin (13/5) kemarin.

“Saya minta tolong kepada saudara-saudara sekalian, ini jangan sampai terulang lagi. PLN harus siaga 24 jam seperti suami SIAGA (Siap Antar Jaga) yang istrinya mau melahirkan, jadi bila ada yang tidak biasa terjadi, cepat ketahuan dan bisa diantisipasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Kamis (9/5) pukul 02.45 WIB, terjadi pemadaman listrik di Kota Medan dan sekitarnya. Kemudian pemadaman listrik kembali terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di hari yang sama dan kembali menyala sekitar pukul 01.00 WIB Jumat (10/5) dini hari.

“Ini bulan Ramadan, jadi masyarakat muslim ingin bisa beribadah dengan bagus, memaksimalkan bulan suci ini, jadi ketika mati lampu tentu masyarakat marah,” kata Edy.

“Masalah ini sudah ada sejak saya kecil, dan sekarang saya sudah jadi gubernur masih juga terjadi lagi,” tambahnya.

Senior Manajer Distribusi PLN Wilayah Sumatera Utara, Taufik Hidayat menyampaikan, pemadaman listrik pertama karena rusaknya Current Transfermer (CT) di beberapa pembangkit listrik Sumut. Kedua dikarenakan penurunan drastis supply gas untuk PLN yang membuat beberapa pembangkit listrik tidak berfungsi.

“Untuk pemadaman listrik yang pertama, Kamis menjelang sahur itu karena rusaknya CT di beberapa PLTU kita. Itu segera kita ganti dan dalam waktu sekitar 30 menit bisa kembali beroperasi dan listrik kembali normal,” ucapnya.

Sedangkan yang kedua adanya penurunan tekanan supply gas ke PLN sehingga beberapa pembangkit listrik kita tidak bekerja, tetapi kita juga terus berupaya untuk memperbaikinya dengan berkoordinasi bersama Pertamina Gas,” ungkapnya.

Penurunan tekanan gas untuk PT PLN pada kasus ini terjadi bukan bersumber dari Pertamina, melainkan tingginya penggunaan listrik masyarakat Sumut dan Aceh pada bulan Ramadan, sehingga masalah ini muncul.

Namun, karena sumber gas Pertamina Gas Sumut dari Arun Natural Gas Liquefaction, Kabupaten Aceh Utara maka butuh waktu untuk mengembalikan tekanan.

“Ada peningkatan signifikan konsumsi listrik di Sumut sehingga terjadi beberapa masalah termasuk dropnya flowrate gas untuk PLN. Tetapi, segera kita tangani, kita membuka aliran gas dari Arun untuk menambahkan tekanan ke PLN,” kata Asisten Manajer Operasi Pertamina Gas Sumut, Ramses J Napitupulu.

“Arun cukup jauh dari Belawan, jadi untuk meningkatkan tekanan ke PLN tidak bisa segera, butuh waktu. Tetapi, masalah tidak ada di Pertamina,” lanjutnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar