Hasyim Muzadi Ingatkan Isu LGBT Untuk Kepentingan Komersial

Hasyim Muzadi Ingatkan Isu LGBT Untuk Kepentingan Komersial

Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikam yang juga Sekjen ICIS, Hasyim Muzadi (ANTARA)

Minggu, 6 Maret 2016 | 16:20

Jakarta (ANTARA News) - Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok dan Malang KH A Hasyim Muzadi kembali mengingatkan masyarakat supaya meningkatkan kewaspadaan terhadap kampanye lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

"Ternyata yang sangat merusak moral dan martabat bangsa bukan LGBT kodrati, melainkan adalah kampanye yang menggunakan isu LGBT untuk kepentingan komersial," kata KH Hasyim kepada pers di Jakarta, Minggu terkait masih maraknya polemik soal LGBT belakangan ini.

Menurut mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) itu, dengan melihat fakta-fakta di lapangan serta konstelasi kampanye LGBT di seluruh dunia, mka data autentik menunjukkan bahwa gerakan kampanye LGBT juga mendapat bantuan dana dari luar negeri.

KH Hasyim juga mendapatkan informasi yang menyebutkan bahwa sebagian warung kopi dan warung makanan asing yang bertebaran di Indonesia telah menjadi donatur bagi kampanye LGBT.

"Oleh karena itu, kesadaran kembali ke warung bangsa sendiri lebih selamat dan terhormat," kata tokoh NU yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu.

Ia juga mengemukakan, isu hak-hak asasi manusia (HAM), demokrasi, dan kemanusiaan yang selalu diangkat oleh para jurkam sosialisasi LGBT ternyata hanya merupakan kemasan isu dan sama sekali bukan sebuah keluhuran perjuangan.

KH Hasyim menyebutkan pula adanya beberapa orang yang merasa dan mengaku tokoh Islam namun tidak tahan terhadap godaan dana untuk mendukung LGBT, sehingga ketika menerima dana tersebut mereka menjadi salah tingkah, bahkan seperti hilang ingatan.

"Fakta-Fakta ini semua menjadi gamblang, mana yang membela agama dan nasionalisme serta mana yang memperjualbelikannya," katanya sambil menambahkan bahwa ujung dari kampanye LGBT adalah tuntutan untuk melegalkan kawin sejenis.

Masalah LGBT itu sendiri, menurut dia tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan HAM dan demokrasi, karena pada hakikatnya LGBT merupakan kelainan seksual dalam peri kehidupan seseorang.

Pendekatan yang benar untuk menyelesaikan masalah LGBT adalah melalui prevensi dan rehabilitasi, sehingga seseorang bisa kembali menjadi normal secara seksual.

KH Hasyim juga mengingatkan, serangan terhadap Indonesia bukan hanya kampanye LGBT, melainkan juga peredaran narkoba yang makin meningkat dengan tujuan menghancurkan generasi muda Indonesia.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar