Hasil Tes Kesehatan Bakal Calon Gubernur Diserahkan ke KPU Sumut

Hasil Tes Kesehatan Bakal Calon Gubernur Diserahkan ke KPU Sumut

Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Pilkada 2018, dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL.

(jw/rzd)

Sabtu, 13 Januari 2018 | 14:00

Analisadaily (Medan) - Tiga pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) selesai melakukan tes kesehatan di Gedung Paviliun Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik.

Tes kesehatan dilaksanakan selama dua hari, mulai Kamis (11/1) hingga Jumat (12/1). Berkas-berkas tes kesehatan ketiga pasangan bakal calon selanjutnya akan diserahkan ke KPU Sumut, Senin (15/1) dan Selasa (16/1) mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Pilkada 2018, dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL, kepada Analisadaily.com, Sabtu (13/1).

Disebutkan, di hari pertama tim kesehatan melakukan pemeriksaan lebih kepada ke psikologi bakal calon. Kemudian di hari kedua lebih fokus kepada kesehatannya, dan juga ada BNN melakukan tes urine.

“Termasuk juga dilakukan USG. Pokoknya semua bagian tubuh mereka diperiksa,” kata dr Ramlan.

Pada hari pertama ketiga pasangan bakal calon menjalani serangkaian tes psikologi seperti ujian tertulis dan wawancara, kemudian jantung dan rontgen. Tes kesehatan di hari kedua pemeriksaan kondisi medis, mulai dari kesehatan mata, penyakit dalam, darah, sampai pemeriksaan urine.

“Kalau BNN pengambilan sampel urine untuk pemeriksaan penyakit dalam dan narkotika. Dari hasil kesehatan tersebut, harus memenuhi persyaratan. Bila salah satunya tidak memenuhi persyaratan, maka gugur,” jelasnya.

dr Ramlan menambahkan, sebelum menyerahkan berkas tersebut, pihak dari tim pemeriksa kesehatan akan melakukan rapat pleno. “Tanggal 15 nanti kita rapat pleno. Setelah selesai rapat pleno, baru kami berikan hasilnya, kemudian diserahkan ke KPU Sumut,” tambahnya.

Untuk diketahui, total dokter yang ikut dalam pemeriksaan kesehatan Pilkada 2018 di Sumut ada 50 dokter. Dalam pemeriksaan kesehatan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur diturunkan 29 dokter khusus.

“Sementara sisanya 21 dokter lagi akan diturunkan saat pemeriksaan kesehatan oleh bakal calon kepala daerah yang ikut dalam Pilkada nantinya,” pungkas dr Ramlan.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar