Harusnya Kompak, Peristiwa Oknum TNI Keroyok Anggota Brimob Memprihatinkan

Harusnya Kompak, Peristiwa Oknum TNI Keroyok Anggota Brimob Memprihatinkan

(dtc)

Sabtu, 9 Agustus 2014 | 09:04

detikNews - Jakarta, Pengeroyokan seorang anggota Brimob di Cianjur oleh sejumlah oknum TNI sangat disesalkan. Dua anggota institusi penegak hukum yang seharus kompak dan menjadi teladan bagi masyarakat, justru ribut karena hal sepele.

"Kejadian itu sangat memprihatinkan. Mereka yang seharusnya kompak mewujudkan rasa aman pada masyarakat dan bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), malah ribut hingga menimbulkan korban di pihak Polri. Harus diupayakan semaksimal mungkin agar hal yang sama tidak terulang kembali di kemudian hari tidak hanya di Jawa Barat (Jabar) tetapi di seluruh wilayah di Indonesia," ujar pengamat kepolisian Aqua Dwipayana, Sabtu (9/8/2014).

Aksi kekerasan oleh oknum TNI asal Yon Armed terhadap anggota Subden 4 Cipanas Den B Brimob Cipanas Cianjur Satbrimob Polda Jabar tersebut terjadi di Mako Brimob Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (7/8) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Kasatbrimob Polda Jabar Kombes Pol Waris Agono mengatakan pemicu pengeroyokan ini berawal saat Asep beres melaksanakan pengamanan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Pada Kamis sore, Asep perjalanan pulang menuju asrama Mako Brimob Cipanas.

"Saya sangat prihatin dan sedih setiap mengetahui keributan antara anggota TNI versus Polri. Mereka seharusnya kompak dalam menjaga keutuhan NKRI, justru ribut dan bertengkar. Ironisnya perselisihan itu dipicu karena masalah sepele. Selain itu kejadiannya setelah pengamanan VVIP yakni Presiden SBY," ujar Aqua.

Dalam catatan Aqua, perselisihan antara oknum anggota TNI-Polri di Jawa Barat (Jabar) seperti yang terjadi di Cianjur, bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya kasus serupa pernah terjadi di Bandung, Cimahi, Karawang, dan beberapa daerah lainnya.‎

Setelah kejadian Pangdam III/Siliwangi dan Kapolda Jabar pun bersama-sama turun ke lapangan. Seluruh prajurit dari kesatuan yang salah paham dikumpulkan di satu tempat untuk diberi pengarahan.

Hal serupa dilakukan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim dan Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan Jumat (8/8). Mereka menggelar apel di Mako Brimob Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi menyatakan siap melakukan penegakan hukum terhadap para oknum anggota Yon Armed yang terbukti mengeroyok Asep.

"Upaya yang dilakukan Pangdam III/Siliwangi Dedi Kusnadi Thamim dan Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan bagus. Itu sama dengan yang dilaksanakan pejabat-pejabat terdahulu kalau terjadi kasus serupa. Masalahnya penuntasannya tidak sampai ke akar masalahnya. Sehingga masalah serupa sewaktu-waktu bisa saja terjadi di kemudian hari. Jadi itu seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja," ungkap kandidat doktor dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini.

Aqua menyarankan agar Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Jenderal Sutarman membentuk satu tim yang melibatkan anggota TNI-Polri dan para pakar dari sipil untuk mencari akar masalah pertengkaran yang selama ini terjadi antar anggota TNI-Polri. Kemudian dicarikan solusi yang komprehensif terhadap semua masalah tersebut.‎

"Selain itu, kepada anggota TNI-Polri yang terlibat dalam pertengkaran agar diberi sanksi tegas sesuai dengan tingkat kesalahan mereka masing-masing. Para komandannya jangan ragu untuk mengumumkannya ke publik lewat media nama-nama anggotanya yang dihukum. Ini manfaatnya sangat besar terutama akan menimbulkan efek jera (shock therapy) bagi yang bersangkutan dan anggota TNI-Polri lainnya untuk tidak berbuat hal yang sama," tegas Aqua.

Aqua mengharapkan agar Moeldoko dan Sutarman serius menyikapi kasus-kasus pertengkaran antara anggota TNI-Polri yang selama ini terjadi. Meskipun biasanya keributan tersebut dipicu oleh masalah yang sepele, namun dampaknya luar biasa pada penurunan citra TNI-Polri.

Jika penyelesaiannya dilakukan tidak secara komprehensif, kasus serupa menurutnya bisa terulang. Akibatnya masyarakat menjadi tidak respek terhadap TNI-Polri.

"Kasus pertengkaran TNI-Polri di Cianjur hendaknya dijadikan momentum oleh Pak Moeldoko dan Pak Sutarman untuk melakukan perbaikan kualitas personil di masing-masing institusi yang mereka pimpin. Sehingga ke depan yang timbul adalah soliditas anggota TNI-Polri dalam arti sebenarnya terutama dalam menjaga keutuhan NKRI. Dengan begitu dukungan rakyat semakin besar ke TNI-Polri ," kata Aqua.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar