Harimau Ditangkap BBKSDA Sumut Dievakuasi ke Pusat Rehabilitas Dharmasraya

Harimau Ditangkap BBKSDA Sumut Dievakuasi ke Pusat Rehabilitas Dharmasraya

(Foto: Dokumentasi Balai Besar KSDA Sumut)
 

(jw/rzd)

Kamis, 18 Juli 2019 | 13:32

Analisadaily (Medan) - Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang ditangkap petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) di Desa Hutabargot, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) di Padang, Sumatera Barat.

"Harimau itu dievakuasi ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya di Padang, dengan kondisi kaki kanan sebelah depan terluka, diperkirakan akibat kena jeratan," kata Plh. Kepala BBKSDA Sumut, Irzal Azhar, di kantornya, Kamis (18/7).

Menurut Irzal, Harimau yang diberinama Palas tersebut dievakuasi ke PRHSD di Sumatera Barat, mengingat Sanctuary Harimau Sumatera Barumun tidak memungkinkan untuk menerima tambahan.

"Karena sampai saat ini masih dihuni Monang, harimau jantan dewasa, dan Gadis, harimau betina indukan beserta 2 dua anaknya yang berumur sekitar 10 bulan," ungkapnya.

Sebelumnya, pada Selasa (16/7), Palas masuk dalam perangkap, di Desa Hutabargot, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas. Perangkap sengaja dibuat oleh petugas, sehubungan dengan terjadinya konflik antara  warga dengan harimau.

Hewan buas yang ditangkap itu diduga harimau yang berkonflik dengan manusia akhir-akhir ini. Awalnya, pada 13 Maret 2019 di Desa Pagarambira Julu, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, harimau berkeliaran di areal kebun dan memangsa ternak kambing peliharaan warga.

Selanjutnya memakan korban jiwa, seorang warga atas nama Abu Sali Hasibuan, penduduk Desa Siraisan, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas, tewas mengenaskan setelah diterkam harimau pada tanggal 16 Mei 2019.

Kemudian, Faisal Hendri Hasibuan, penduduk Desa Pagaran Bira Jae, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas, luka parah akibat serangan harimau pada tanggal 26 Mei 2019.

Sejak konflik ini, Tim Satgas Penanggulangan, terdiri dari BBKSDA Sumut,Pemkab Palas, Kepolisian, TNI, dan lembaga mitra kerja sama melakukan patroli bersama di lapangan, pemasangan camera trap, serta pembuatan kandang jebak.

Sebelum terperangkap, harimau diketahui memasuki perkampungan dan memakan monyet peliharaan warga pada tanggal 10 Juli 2019, serta ayam peliharaan.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar