Harimau Berkeliaran, Warga Madina Takut Berkebun

Harimau Berkeliaran, Warga Madina Takut Berkebun

llustrasi. Harimau (Net)

(jw/eal)

Jumat, 29 Maret 2019 | 15:44

Analisadaily (Madina) - Akibat adanya harimau yang berkeliaran, warga Desa Sibaruang, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), takut pergi ke kebun.

Informasi yang diperoleh Analisadaily.com, sudah satu bulan lebih atau sekitar 45 hari warga tidak mengurus kebun mereka lantaran adanya harimau yang kerap berkeliaran di desa mereka.

Kepala Desa Sibaruang, Nasron Efendi, mengatakan bahwa setidaknya sudah tiga orang petani yang berpapasan langsung dengan harimau tersebut.

"Sudah ada warga kita yang langsung melihat harimau tersebut yaitu Almin Harianja, Kakmat Rambe dan Antoni Batubara," kata Nasron, Jumat (29/3).

Nasron menuturkan, awalnya mereka menemukan jejak harimau dekat perkebunan warga di Tor Nahambat, Desa Sibaruang.

"Saat warga berada disitu, ternyata harimau itu hanya berjarak 2 sampai 3 meter dari posisi mereka," tuturnya.

Melihat keberadaan binatang buas tersebut, Kakmat dan Antoni lari menyelamatkan diri dan melompat ke jurang. Sementara Almin menyelamatkan diri ke dalam hutan.

"Kakmat dan Antoni memutuskan lompat ke jurang. Mereka pun ditemukan selamat. Nasib baik juga masih menyertai Almin yang ditemukan selamat setelah dijemput warga ke dalam hutan," ujar Nasron.

Menurut Nasron, harimau ini berbeda dengan temuan warga sebelumnya. Sebab harimau ini mau mendekati warga.

"Memang petani sudah tidak heran lagi dengan jejak harimau yang berada di hutan ini. Kawanan harimau biasanya kalau berjumpa dengan manusia langsung pergi, namun kali ini harimau yang ditemukan ketiga petani tersebut malah mendekati warga dan tidak melakukan perlawanan kepada petani," jelasnya.

Atas kejadian itu, Nasron meminta kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) agar segera melakukan tindakan.

"Kami meminta petugas agar menangkap harimau itu supaya masyarakat bisa kembali beraktivitas dan berkebun," pungkasnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar