Hari Raya Waisak, 841 WBP Dapat Remisi

Hari Raya Waisak, 841 WBP Dapat Remisi

Ilustrasi (Pixabay)

(rzp/csp)

Selasa, 29 Mei 2018 | 16:06

Analisadaily (Jakarta) - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Unit Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan Remisi Khusus kepada 841 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Budha di Hari Raya Waisak 2.562.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, bahwa sebanyak 832 WBP mendapat  (pengurangan sebagian). Sedangkan sebanyak 9 WBP langsung bebas usai mendapatkan remisi.

"Dari 832 WBP tersebut, 145 orang menerima remisi 15 hari, 516 orang menerima remisi 1 bulan, 151 orang menerima remisi 1 bulan 15 hari, dan 20 orang menerima remisi 2 bulan," katanya, Selasa (29/5).

Sri Puguh Budi Utami merinci, sebanyak dari 9 WBP yang langsung bebas tersebut, sebanyak 6 orang langsung bebas usai menerima remisi 1 bulan. Kemudian tersisa 3 orang lagi masing-masing bebas usai menerima remisi 15 hari, 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan.

"WBP pemeluk Agama Budha di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan Negara (Rutan) berjumlah 2.806 orang se-Indonesia," jelasnya.

Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara menyumbang penerima remisi terbanyak berjumlah 157 WBP, disusul WBP dari Kalimantan Barat sebanyak 122 orang, dan DKI Jakarta sebanyak 115 orang.

Adapun pemberian remisi telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Remisi yang diberikan itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami menjelaskan, telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.

"Seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak sedang menjalani hukuman disiplin, berkelakuan baik, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di Lapas atau Rutan," tuturnya menegaskan.

Hemat Anggaran

Pemberian remisi khusus Waisak tahun 2018 juga telah menghemat anggaran biaya makan WBP sebesar Rp. 377.055.000.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Harun Sulianto mengungkapkan, anggaran biaya makan yang dihemat dengan rincian biaya makan per orang per hari sebesar Rp 14.700 dikalikan 25.650 hari tinggal yang dihemat karena Remisi Khusus ini.

Bagi para WBP yang menerima Remisi Khusus, Harun melanjutkan, diharapkan Remisi Khusus menjadi motivasi untuk selalu berkelakuan baik selama menjalani pidana.

"Kemudian tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran, menyadari kesalahannya dan dapat mempercepat berintegrasi kembali ke masyarakat," tuturnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data smslap.ditjenpas.go.id per 27 Mei 2018. Jumlah WBP dan tahanan yang menghuni Lapas dan Rutan di se-Indonesia mencapai 247.709 orang terdiri dari WBP berjumlah 173.880  dan tahanan sebanyak 73.829 orang.

(rzp/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar