Hari Perhubungan Nasional, Rail Clinic Layani Pengobatan Gratis Masyarakat

Hari Perhubungan Nasional, Rail Clinic Layani Pengobatan Gratis Masyarakat

 Rail Clinic layani pengobatan gratis masyarakat

(rel/rzd)

Selasa, 17 September 2019 | 19:09

Analisadaily (Medan) - Masyarakat di sekitar Balai Yasa Pulu Brayan Bengkel kembali mendapat pelayanan kesehatan gratis oleh Rail Clinic melalui bakti sosial yang dilaksanakan Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut).

Manajer Humas KAI Divre I Sumut, M Ilud Siregar mengatakan, bakti sosial ini merupakan bentuk kontribusi perusahan kepada masyarakat di daerah yang jauh dari fasilitas umum dan di jalur kereta api. Bakti sosial Rail Clinic merupakan rangkaian program kegiatan lanjutan yang sebelumnya sudah dilaksanan di sembilan stasiun.

“Ini sebagai upaya KAI untuk membantu pemerintah di bidang kesehatan dan layanan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2019,” kata Ilud, Selasa (17/9).

Dijelaskan Ilud, pelayanan kesehatan yang diberikan berupa kesehatan dokter umum, kesehatan gigi, kebidanan, dan pemeriksaan mata dengan fasilitas peralatan kesehatan autorefraktormeter atau keraktormeter.

“Juga ada dental gigi yang dilengkapi kamera intraoral, alat USG, dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Ilud.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemberian kacamata gratis kepada siswa YWKA dan siswa SD Negeri 060863 Pulu Brayan Bengkel sebanyak kurang lebih 50 siswa. Juga dilaksanakan pemberian susu hamil kepada 30 ibu hamil.

“Pengobatan gratis diikuti 400 peserta. Kami juga mengedukasi masyarakat tentang kesehatan dan sosialisasi keselamatan perkeretaapian,” ujarnya.

Diterangkan Ilud, sosialisasi keselamatan meliputi ketertiban berlalu lintas di perlintasan sebidang jalur kereta api. Sebab, keselamatan merupakan pilar utama dalam jasa transportasi kereta api dengan prinsip lebih baik tidak berangkat dari pada tidak sampai tujuan.

Hingga saat ini, di tahun 2019 kecelakaan di pintu perlintasan di wilayah KAI Divre 1 Sumut mencapai 70 kali kecelakaan, dan 32 pelemparan. Sedangkan di 2018 ada 95 kali kecelakaan dan 43 kali pelemparan. Peran serta masyarakat terhadap keselamatan perkeretaapian sangat dibutuhkan, terutama dalam hal mentaati dan patuh terhadap rambu-rambu di perlintasan sebidang.

“Masyarakat diimbau tidak mendirikan bangunan di daerah kereta api, tidak melakukan pelemparan, dan tidak meletakkan barang berbahaya di jalur kereta api,” Ilud menandaskan.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar